Mahfud MD Ungkap Terpilihnya Listyo Sigit Jadi Kapolri: Diminta Jokowi lewat Pratikno

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Mahfud MD Ungkap Terpilihnya Listyo Sigit Jadi Kapolri: Diminta Jokowi lewat PratiknoNasional | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 21:57

Mantan Ketua Kompolnas periode 2020-2024, Mahfud MD menceritakan detik-detik terpilihnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri periode 2021-2026. Mahfud MD menyebut, terpilihnya Listyo Sigit sebagai Kapolri atas permintaan Jokowi saat menjadi Presiden melalui Praktikno yang menjabat sebagai Mensesneg.

Mahfud mulanya menjelaskan, menurut Undang-undang (UU) calon Kapolri itu diusulkan oleh Presiden kepada DPR tanpa campur tangan. “Tetapi, di dalam praktik dibuat peraturan internal, nanti dipilih dulu oleh Kompolnas beberapa nama diserahkan ke Presiden,” kata Mahfud, di Youtube iNews, Kamis (5/11/2026).

Sebagai Ketua Kompolnas saat itu, Mahfud MD meminta kepada seluruh anggotanya untuk mengusulkan sejumlah nama. Hingga di rapat pleno, calon Kapolri itu dimasukkan ke dalam sebuah ranking. Saat itu, muncul tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2.

Baca juga: Mahfud MD Dorong Listyo Sigit Cs Dipecat Secara Tidak Hormat

Baca Juga:DPR dan Pemerintah Sepakat Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Rapat Paripurna Besok

“Nah dalam fungsi itulah, saya selaku kompolnas mulai dari Kompolnas silakan yang anggota-anggota itu membuat usul, muncul lah beberapa nama. Terus saya undang pleno, lalu kita bikin skor lagi, muncul lah tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2,” ujarnya.Adapun 3 nama terbaik untuk dicalonkan dari Kompolnas sebagai Kapolri yakni Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Boy Rafli Amar dan Agus Andrianto yang kini menjadi Menteri Imipas.

“Nah mungkin, Pak Jokowi sebagai presiden ingin memilih dari yang bintang 2, kita sediakan bintang 2 yang terbaik ada 2 Pak, ini namanya Ahmad Dofiri bintang 2, kalau mau dijadikan Kapolri, paginya diangkat bintang 3, sorenya diangkat Kapolri kan bisa. Lalu yang ketiga itu Agung (Irjen Agung Setya) waktu itu menjadi Kapolda Riau,” ungkapnya.

Lihat video: EKSKLUSIF! Mahfud MD Bicara Penyadapan Presiden Prabowo, Soroti Dugaan Makar dan Hukuman Berat

Dari daftar bintang 3 dan 2 itu, tidak ada namanya Listyo Sigit Prabowo. Namun, Mahfud mengaku diminta oleh Pratikno yang saat itu menjabat sebagai Menseseneg untuk memasukkan nama Listyo Sigit ke dalam tiga besar.

Baca Juga:Berulang Kali Tipu Toko Pakai Bukti Transfer Palsu, Residivis di Gowa Ditembak Polisi

“Jadi kita kasih bintang 3 dan bintang 2. Yang lain itu ada ranking-ranking bawah karena banyak kan bintang 2 ke atas itu. Pak Listyo itu diminta dimasukkan ketiga besar, yang minta itu Mensesneg Pak Pratikno. Jadi ketika saya komunikasi, kami/Kompolnas sudah ngasi skor, nilai terbaik dari berbagai segi, lalu masuk Pak Praktikno supaya Listyo Sigit itu dimasukkan,” ucapnya.Pada saat itu, Kompolnas tidak menolak, sebab itu permintaan Presiden. Mahfud MD pun tak menampik ada syarat lain yang bersifat subjektif yang mana Presiden merasa cocok memilih seseorang untuk menjadi Kapolri saat itu.

“Kita kan enggak bisa nolak, wong itu bukan seleksi, wong itu permintaan Presiden, kan ada syarat lain yang sifatnya subjektif chemistry presiden, presiden merasa chemistrynya Listyo. Jadi Listyo yang ada di bawah kita naikkan ke atas. Pak Pratikno ketika itu minta di suratnya supaya disebutkan abjat bukan ranking, karena nanti kalau rangking nanti Listyo di bawah. Itu ranking juga, karena dia sebenarnya nomor tujuh tapi naik ke atas,” lanjut dia.

Mahfud menambahkan, proses pemilihan Kapolri itu bisa dilakukan tanpa melalui Kompolnas. Ia mencontohkan pengangkatan Jenderal Suyudi Ario Seto yang kini menjadi Kapolri.

Baca Juga:Jelang MotoGP Mandalika 2026, Para Rider Kelas Dunia Mulai Tiba di Lombok

“Ini bukan rahasia, besok pun melakukan seperti itu gapapa itu presiden, tidak lewat Kompolnas bisa langsung tunjuk sendiri, kayak kemarin kayaknya ngga lewat Kompolnas karena mendadakan yang (pengangkatan) Pak Suyudi,” jelas dia.

Mahfud juga mengungkap proses pemilihan seperti itu juga pernah dilakukan pemimpin lainnya, salah satunya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Karena ngga harus lewat Kompolnas, tapi Pak Jokowi minta saran dari Kompolnas. Itu juga dulu begitu, Pak SBY dan sebagainya melakukan hal-hal seperti itu,” katanya.

“Nah masuknya Listyo itu atas permintaan Pak Jokowi sendiri, meskipun dia (Listyo) ngga masuk dalam ranking di internal Kompolnas. kita saja yang masukan, karena setelah rapat itu dia ngga masuk, saya komunikasi ‘Pak ini udah selesai, ini urutannya’, abis itu Pak Pratikno minta Listyo dimasukkan ketiga besar,” ucapnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Ungkap Kemarahan Terkait Kunjungan Dokter Tifa ke Makam Orang Tuanya
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Bulog Siapkan Rp30 Miliar Serap Telur Peternak Mikro, Jagung SPHP Disalurkan
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Alex Marquez Sukses Jalani Operasi, Resmi Absen di MotoGP Qatar 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Jokowi Dicecar soal Listyo Sigit di Sidang Roy Suryo: Saya Keberatan Menjawab
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Basarnas Tutup Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Setelah 53 Hari, Sebanyak 53 Korban Masih Hilang
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.