HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Sepeda motor jenis matik yang digunakan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken terbakar di SPBU Eran Batu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (5/11/2026).
Api diduga berasal dari sepeda motor tersebut, kemudian merembet ke jeriken berisi BBM. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban luka, baik bagi pengendara maupun orang-orang di sekitar lokasi.
Salah satu pengelola SPBU Eran Batu, Tiu, mengatakan pengendara tersebut membawa surat rekomendasi perpanjangan dari Dinas Perdagangan Toraja Utara saat melakukan pengisian BBM.
“Jadi secara surat kami lihat lengkap,” kata Tiu.
Surat tersebut bernomor 522-KAB/73/73.16/Mikro/JBKP/X/2026 atas nama Marthina PL, warga Sereale, Toraja Utara.
Dalam surat itu tercantum jenis usaha chainsaw atau pemotongan kayu dengan alokasi BBM sebanyak 30 liter per minggu.
Namun, Pengawas Perdagangan Muda Dinas Perdagangan Toraja Utara, Harwan Bukkang, mengungkapkan bahwa surat rekomendasi tersebut ternyata telah diblokir oleh pihak Disperindag.
“Jadi terblokir, karena terpantau penggunaan yang tidak wajar,” jelasnya.
Harwan menerangkan, pemblokiran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan sistem barcode yang menunjukkan adanya aktivitas penggunaan tidak wajar.
” Tidak palsu, cuma barcode-nya di nomor karena penggunaan tidak wajar, bisa jadi banyak hal,” singkatnya.
Insiden kebakaran ini kembali menyoroti persoalan penyalahgunaan pengisian BBM menggunakan jeriken di sejumlah SPBU di wilayah Toraja, baik Kabupaten Tana Toraja maupun Toraja Utara.
Selama ini, berbagai modus pengisian BBM dilaporkan terjadi, mulai dari penyalahgunaan barcode hingga penggunaan surat rekomendasi secara berulang oleh orang yang sama sebelum waktu pengambilan yang ditentukan, maupun oleh orang lain.
Selain itu, sejumlah kasus dugaan penyalahgunaan BBM juga masih menjadi sorotan karena belum diketahui perkembangan penanganannya.
Termasuk sejumlah orang yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait pengisian BBM menggunakan jeriken dan tangki rakitan.
Mereka disebut telah melarikan diri ke luar Toraja. Namun, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut. (edy)





