Ekonomi Tumbuh Tinggi, Dampak Sektor Investasi Dinanti

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Aceh: Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh investasi yang akan memberikan dampak secara nyata dalam jangka waktu lama. Menurutnya, hasil dari investasi tersebut tidak langsung terlihat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,47 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal III-2026. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen, sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) alias investasi tumbuh 6,06 persen secara tahunan pada periode tersebut.

"Memang ekonomi kita ini tumbuh tinggi tapi masih didorong oleh investasi publik yang namanya investasi return-nya masih nanti. Jadi dampaknya ke pasar tenaga kerja, kemudian sektor riil, outcome, itu mungkin masih nanti kita akan merasakan," kata dia di Sabang, Aceh, Kamis, 5 November 2026.

Ia menjelaskan, investasi program prioritas nasional juga sifatnya padat modal (capital intensive), yang berdampak pada kenaikan impor barang modal. Meski begitu, Faiz meyakini, investasi akan memberikan dampak lebih besar setelah bisa beroperasi.

"Karena untuk groundbreaking dan phase awal itu memang yang dibutuhkan adalah modal dulu. Nanti kalau sudah operation-nya running, baru dia akan hire more labour, kemudian dia meningkatkan income masyarakat," ujar dia.

Baca Juga :

Airlangga Klaim Ekonomi RI Kuartal III 2026 Lebih Baik dari Negara Anggota G20

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Menanti dampak investasi Meski begitu, Faiz mengatakan, pemerintah harus memastikan setiap investasi yang masuk bisa dieksekusi dengan baik. Jika risiko dari setiap investasi bisa dimitigasi, ia meyakini dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Kalau misalnya execution risk-nya berhasil di-mitigate dan berhasil sukses, maka dampaknya akan terjadi. Tapi kalau itu execution risk-nya ternyata materialize, maka transmisinya ke labour force itu akan terbatas," ungkap dia.

Selain itu, ia mengingatkan, jika tantangan ekspor juga masih tinggi di tengah ketidakpastian situasi global. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk menjaga kualitas pertumbuhan di dalam negeri sehingga dampak ke perekonomian dapat optimal.

"Jadi memang kualitas domestiknya masih perlu kita perhatikan, karena tadi masih didorong investasi aset publik, yang dampaknya justru akan kita rasakan nanti," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ganda tvOne Pertahankan Tradisi Medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Lengkap Pertandingan BRI Super League 2026/2027 Pekan Ke-9
• 23 jam lalubola.com
thumb
Berapa Gaji dan Tunjangan Bobby Rasyidin, Dirut KAI Terseret Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU
• 3 jam laludisway.id
thumb
Tekan Tawuran, Pramono Anung Resmikan Arena Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal SIM Keliling Jumat 6 November 2026 di Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Bandung
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.