IHSG Berpeluang Uji Level 5.125, Investor Perlu Waspadai Aksi Ambil Untung

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bervariasi pada Jumat (6/11). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona hijau, dengan ditutup melesat 110,49 poin atau sebesar 2,21 persen ke level 5.030,26 pada penutupan perdagangan Kamis (5/11).

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai jika bertahan di atas level 5.000, IHSG berpeluang menguji level resistance di 5.100-5.125 pada perdagangan Jumat (6/11).

“IHSG berpeluang menguji level resistance di 5.100-5.125. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking di tengah ketidakpastian yang masih tinggi,” sebut Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (6/11).

Phintraco Sekuritas menyinggung ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, meningkat dari titik terendah tiga kuartal sebesar 5,29 persen di di kuartal II 2026 serta melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,2 persen pada Kamis (5/11).

“Berdasarkan sektor, aktivitas yang meningkat adalah sektor manufaktur, akomodasi, transportasi/gudang, dan komunikasi,” sebut Phintraco Sekuritas.

Menurut Phintraco Sekuritas, langkah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen, termasuk identifikasi status pengendali dan pihak terafiliasi, merupakan bagian penting dari reformasi transparansi pasar modal menjelang evaluasi MSCI pada 11 November 2026.

“Kebijakan ini diharapkan membantu investor menilai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham secara lebih akurat. Namun, dampak positif terhadap persepsi MSCI akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan efektivitas keterbukaan informasi tersebut,” jelas Phintraco Sekuritas.

Untuk perdagangan Jumat (6/11), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BBCA, BBRI, AMMN, EMAS dan INDF sebagai pilihan utama.

Di sisi lain, analis MNC Sekuritas melihat IHSG yang ditutup naik pada Kamis (5/11) muncul dengan volume pembelian yang masih dominan meskipun mulai mengecil. Saat ini, penguatan ini membentuk gap pada area 4.921 hingga 4.995. Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v].

“Sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.807,” kata MNC Sekuritas melalui risetnya.

Kendati demikian, MNC Sekuritas menyatakan ada kemungkinan penguatan lanjutan menguji ke 5.143 sebagai resistance nya.

Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ARCI, BIPI, BREN, dan INDY untuk diperhatikan sepanjang Jumat (6/11).

—

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco soal Penyadapan Presiden: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 4 Kilometer
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Paraguay Santiago Pena Mengundurkan Diri
• 17 jam laludetik.com
thumb
Tetapkan Status Tanggap Darurat, Pemkab Pidie Jaya Kebut Penanganan Banjir
• 8 menit laludetik.com
thumb
Rata-Rata Upah Buruh Naik di 2026, Lulusan Sarjana Dapat Rp5,05 Juta
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.