Pemkab Banyuwangi ajukan 250 inovasi dan masuk nominasi IGA 2026

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, mengajukan sebanyak 250 inovasi dalam ajang penghargaan dari pemerintah pusat dan masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, di Banyuwangi, Jumat, mengatakan bahwa telah memaparkan langsung berbagai inovasi unggulan Banyuwangi di hadapan tim penilai secara daring.

Dia menyampaikan inovasi bukan sekadar menghadirkan program baru atau memanfaatkan teknologi, lebih dari itu inovasi merupakan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan yang makin kompleks, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

"Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan yang penting harus berdampak pada masyarakat," katanya.

Mujiono mengemukakan, di depan tim penilai memaparkan dua inovasi unggulan Banyuwangi di bidang ketenagakerjaan (Goker Wangi) dan pendidikan (Rindu Bulan).

Goker Wangi (Golek Kerjo Banyuwangi) merupakan layanan ketenagakerjaan terintegrasi yang turut berkontribusi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banyuwangi dari 5,42 persen pada 2021 menjadi 3,94 persen pada 2025.

Menurut dia, inovasi Goker Wangi tidak hanya berfungsi sebagai bursa kerja daring, tetapi juga menghadirkan ekosistem layanan ketenagakerjaan yang komprehensif.

"Di dalamnya terdapat fitur bimbingan jabatan, pasar kerja inklusif bagi penyandang disabilitas, pelacakan status lamaran kerja, hingga penilaian mandiri bagi pencari kerja," kata Mujiono.

Baca juga: SiParkir dan AMAN jadi inovasi unggulan Kabupaten Sorong di IGA 2026

Melalui layanan ini, lanjut dia, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan, mendaftar pekerjaan, memperoleh konsultasi dan pendampingan karier, hingga mendapatkan informasi pelatihan dari lembaga pelatihan kerja swasta, pemerintah, maupun perangkat daerah.

"Pada tahun 2025 ada 5.418 orang yang mengakses Goker Wangi yang terintegrasi di aplikasi Smart Kampung," ujar Mujiono.

Ada pula inovasi Rindu Bulan, yang merupakan program di sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas pembangunan manusia melalui penuntasan wajib belajar 12 tahun.

"Ini adalah gerakan kolaboratif dengan menempatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan memastikan anak-anak usia sekolah agar tidak putus sekolah," kata Mujiono.

Untuk pelaksanaannya, menurut dia, dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pendataan berkala anak tidak sekolah, pengembalian anak ke bangku sekolah, serta pendampingan psikososial.

Mujiono menyebutkan, upaya ini menunjukkan hasil signifikan, dan jumlah anak tidak sekolah di Banyuwangi berhasil ditekan dari 4.186 anak pada 2023 menjadi 1.356 anak pada 2025.

"Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun," kata dia.

Baca juga: Jateng dan Bangkalan paparkan inovasi unggulan di IGA 2026

Penilaian IGA 2026 melibatkan 30 anggota tim penilai dari 26 instansi, dan mereka berasal dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, media nasional, hingga NGO.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lingkaran Kemiskinan dan Kekerasan di Balik Kekejian AR yang Bunuh Bayi 20 Bulan
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Jenazah Korban Terakhir Helikopter MI-17 TNI AD Berhasil Dievakuasi dari Laut Seruyan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Jokowi Usai 13,5 Jam Bersaksi di Kasus Dugaan Ijazah Palsu: Saya Hanya Minta Keadilan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Sikap Sarwendah soal Cicilan Rumah, Singgung Akta 39
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Modal Rp10 Ribu Bisa Mulai Investasi Digital? Kenali Pilihan Aset, Biaya, dan Risikonya
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.