Menggeser Paradigma Digitalisasi Syariah: Dari Sekadar Efisiensi Menuju Digital Trust

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Oleh : Dedi Wibowo
Deputi Direktur Bisnis Digital dan Pusat Data Ekonomi Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)

Di tengah riuk rendah dan cepatnya arus transformasi digital nasional, sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menyimpan sebuah cerita yang unik. Di satu sisi, pilar ekonomi riil berbasis syariah kita menunjukkan daya tahan dan denyut pertumbuhan yang sangat nyata di tengah masyarakat, di sisi lain pertumbuhan sektor keuangan syariah belum menujukkan peningkatan yang signifikan.

Merujuk pada portal data resmi KNEKS (kneks.go.id/data), sektor rantai nilai halal (halal value chain) kini mencatatkan kontribusi sebesar 27,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan Aktivitas Usaha Syariah sebesar 47,27% terhadap PDB. Di tingkat global, walaupun turun 1 peringkat dibandingkan periode sebelumnya, posisi Indonesia pun cukup tinggi dengan menduduki peringkat ke-4 dunia dalam The State of Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Capaian ini menjadi bukti hidup bahwa ekonomi syariah bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan penopang dapur dan mata pencaharian jutaan keluarga Indonesia.

Baca Juga
  • Kemenkeu Tegaskan tidak Jadi Pemegang Saham BEI
  • Viral! Wisudawati Sisipkan Bendera Palestina di Balik Toga Kelulusan
  • Wamenhaj: Petugas Haji Non Muslim akan Ditempatkan di Papua, NTT, Bali Hingga Manado

Namun, jika kita menengok ke sektor keuangannya, ada kontras yang menyentuh nurani. Masih dari sumber data KNEKS yang sama, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat kita sebetulnya sudah menembus 43,42%. Masyarakat makin paham dan mengerti nilai-nilai kebaikan di dalam keuangan syariah. Uniknya, tingkat inklusi atau masyarakat yang benar-benar menyentuh dan menggunakan produk keuangan syariah baru mencapai 13,24%, sementara pangsa pasar perbankan syariah masih tertahan di angka 7,40%.

Fakta ini menghadapkan kita pada sebuah pertanyaan sederhana: mengapa rasa percaya dan pemahaman yang tinggi belum berbanding lurus dengan hadirnya layanan keuangan syariah di kehidupan sehari-hari warga? Terlebih di era digitalisasi yang seharusnya bisa mendorong percepatan di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan syariah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Jawabannya sering kali berakar pada cara kita mengartikan digitalisasi dalam keuangan syariah itu sendiri. Selama ini, adopsi teknologi di dunia keuangan cenderung terjebak pada hal-hal teknis semata: bagaimana transaksi bisa lebih cepat, biaya lebih murah, dan proses otomatis tanpa tatap muka. Tentu saja efisiensi itu penting. Namun bagi seorang ibu pemilik warung kuliner atau perajin di daerah, teknologi yang cepat saja belum cukup. Dari penggalian yang dilakukan dalam berbagai literaur, yang dicari oleh masyarakat pengguna dalam prinsip syariah adalah kepercayaan (trust), rasa aman, dan ketenangan hati.

Sudah saatnya kita menggeser paradigma: dari sekadar mengejar efisiensi mesin menuju pembangunan Kepercayaan Digital (Digital Trust) yang memanusiakan pengguna.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cristiano Ronaldo Tulis Pesan Menyentuh usai Pensiun dari Timnas Portugal
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Bareskrim: Penyadapan Presiden Prabowo Dilakukan di Lingkungan Mabes Polri
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Dulu Saling Tawuran, Kini Pemuda Kampung Melayu Latihan Tinju Bersama
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Putuskan PPPK Paruh Waktu Lintas Profesi Jadi Penuh Waktu, Bisa Ikut Tes CPNS 2027
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kesaksian Jokowi di Sidang Roy Suryo, Keberatan Ijazah Dibilang Palsu hingga Akui Nama Kecilnya Mulyono
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.