Bank di Prancis Dibobol Hacker, Uang Rp 14 Triliun Raib

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Kelompok peretas atau hacker mencuri €700 juta atau Rp 14,18 triliun (kurs Rp 20.254) dari bank asal Prancis, Credit Mutuel Arkea. Bank kini berupaya memulihkan dana yang hilang akibat serangan siber ini.

"Para hacker menggunakan akun milik Credit Mutuel Arkea untuk melakukan 'transaksi penipuan'," kata Credit Mutuel Arkea dikutip dari Reuters, Jumat (6/11). Kasus ini menjadi salah satu kejadian langka ketika pelaku kejahatan siber berhasil mencuri uang secara langsung dari bank konvensional.

Credit Mutuel Arkea merupakan kelompok perbankan koperasi asal Brittany, Prancis. Perusahaan ini memiliki lebih dari 5,8 juta nasabah dengan total aset mencapai €211,5 miliar.

Credit Mutuel Arkea merupakan bagian dari jaringan perbankan Credit Mutuel yang lebih luas dan berafiliasi dengan badan pusat jaringan ini.

Serangan siber itu pertama kali dipublikasikan pada Rabu (4/11) waktu setempat. Dana yang dicuri bukan berupa mata uang kripto. Namun, bank menyebut ada kemungkinan dana ini dikonversi menjadi aset kripto setelah berhasil dicuri.

Sebagai langkah pencegahan, Credit Mutuel Arkea sempat menghentikan sementara sejumlah transaksi. Kebijakan ini menyebabkan keterlambatan pada beberapa transfer.

Meski demikian, bank memastikan aset milik nasabah tidak terdampak oleh serangan tersebut.

Juru bicara Credit Mutuel Arkea juga membantah laporan media yang menyebut bahwa anak usaha perusahaan yakniFortuneo, menjadi pintu masuk serangan. Menurut dia, baik Fortuneo maupun rekening nasabahnya tidak terlibat dalam insiden ini.

Pakar keamanan siber mengatakan serangan terhadap institusi keuangan memang kerap terjadi. Namun, pencurian uang secara langsung dari sistem perbankan merupakan kejadian yang tidak biasa.

Chief Executive Officer (CEO) perusahaan keamanan siber dan rekayasa keamanan RedSecLabs, Rafay Baloch, menyebut serangan terhadap Credit Mutuel Arkea belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa.

"Kami melihat banyak serangan canggih yang menargetkan lapisan aplikasi serta serangan rekayasa sosial yang menyasar institusi perbankan," kata Baloch.

Prancis Investigasi Serangan Siber

Kantor Kejaksaan Paris menyatakan unit kejahatan siber menerima laporan pengaduan dari Credit Mutuel Arkea pada Rabu. Otoritas kemudian langsung membuka penyelidikan yang dipimpin oleh kepolisian kejahatan siber Prancis.

Juru bicara Credit Mutuel Arkea menolak untuk mengungkapkan identitas penyedia layanan pihak ketiga yang platform-nya digunakan dalam serangan tersebut.

Bank juga menyatakan telah memberitahukan insiden ini kepada Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), otoritas pengawas perbankan Prancis, serta kejaksaan. Sementara itu, regulator perbankan Prancis, ACPR, menolak memberikan komentar.

Managing Director Nardello & Co di Paris, Puneet Kakkar, mengatakan keberhasilan peretasan terhadap institusi keuangan besar merupakan kejadian langka.

"Setiap kali terjadi serangan terhadap sistem keuangan, itu merupakan masalah besar," ujar Kakkar.

Kakkar mengatakan bank-bank di Prancis umumnya memiliki sistem keamanan siber yang kuat karena tuntutan regulasi. Namun, pelaku kejahatan siber semakin oportunistis dan kreatif dalam melancarkan serangan.

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, regulator keuangan di berbagai negara juga memperketat peringatan mengenai risiko serangan siber, terutama seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sebelumnya, serangan siber juga pernah menyebabkan kerugian besar pada institusi keuangan. Pada 2016, peretas mencuri US$81 juta dari rekening Bank Sentral Bangladesh di Federal Reserve Bank of New York.

Reuters juga pernah melaporkan pencurian dana bernilai jutaan dolar dari sejumlah bank di Rusia dan India melalui serangan siber.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenperin dan Pertamina Jajaki Penggunaan Tepung Sagu untuk Pengeboran Migas
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Peristiwa 6 November: Cut Nyak Dien Wafat hingga Kakawin Bharatayuddha Rampung Ditulis
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Terungkap, Lokasi Markas Operasi Penyadapan Presiden
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Prasetyo Hadi: Pemerintah Akan Ubah PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Dampak gulir ponsel hingga Jaecoo buka suara terkait insiden J5 EV
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.