Bola.com, Jakarta - Film dokumenter "The Longest Wait" mengangkat perjalanan Timnas Indonesia dalam mengejar mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Namun, rangkaian peristiwa yang ditampilkan tidak sepenuhnya mengikuti kronologi yang diketahui penonton.
Produser Eksekutif film tersebut, Sakti Parantean, menjelaskan pendekatan ini dipilih untuk membangun cerita secara sinematik tanpa mengabaikan fakta.
Sakti mengatakan, film dokumenter memiliki sudut pandang yang dibangun berdasarkan fakta. Karena itu, tim produksi tidak harus menyajikan seluruh peristiwa secara berurutan dari awal hingga akhir.
Pemilihan alur juga mempertimbangkan pengalaman dan emosi yang ingin dihadirkan kepada penonton.
"Dalam film dokumenter, kami memang harus memiliki sudut pandang berdasarkan fakta yang ada. Namun, kami memilih urutan penyampaian fakta-fakta tersebut agar cerita bisa dibangun dengan baik," ujar Sakti dalam wawancara mengenai The Longest Wait, Kamis (5-11-2026).
Menurut Sakti, penyusunan cerita turut mempertimbangkan bagaimana sebuah peristiwa dapat disampaikan secara sinematik agar penonton mengikuti perjalanan yang ingin dihadirkan.
Ia menegaskan, pendekatan tersebut bukan berarti mengabaikan fakta, melainkan menyusunnya untuk memberikan pengalaman yang utuh.
"Kami juga harus mempertimbangkan bagaimana sebuah peristiwa disampaikan secara sinematik sehingga penonton bisa mengikuti perjalanan dan emosi yang ingin kami hadirkan," katanya.




