Jelang Keputusan MSCI, Rupiah Diproyeksi Tembus Rp 18.000

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diproyeksikan masih akan menghadapi gejolak dan tekanan berat hingga paruh pertama tahun 2027. Proyeksi pelemahan Rupiah utamanya didorong oleh sentimen pasar keuangan global menjelang keputusan final MSCI. Lead Economist Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan meski nilai tukar Rupiah pada 2027 diproyeksikan membaik di level Rp 17.780 per dolar AS, pasar harus mewaspadai turbulensi yang terjadi di paruh pertama tahun. ​"Dinamikanya itu mungkin akan tinggi pressure-nya menjelang kuartal 2 tahun 2027. Kenapa demikian? Karena ada uncertainty MSCI final decision tadi. Jadi saya tidak bilang Rupiah akan sepanjang tahun Rp 17.800 atau Rp 700 tadi. Ada potensi dia kembali di atas Rp 18.000 di first semester," kata Faiz dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Bank Indonesia di Sabang, Aceh, Kamis (5/11). Faiz menilai tekanan terhadap Rupiah ini anomali jika melihat fundamental ekonomi domestik. Secara fundamental, kondisi supply and demand Rupiah seharusnya tidak berada di level pelemahan saat ini. Faiz mengatakan ini tercermin dari fundamental neraca pembayaran. Meski Current Account Deficit (CAD) melebar dari 0,1 persen pada tahun lalu menjadi 1,5 persen tahun ini dan diperkirakan 1,6 persen pada tahun depan, angka ini jauh lebih sehat dibandingkan riwayat defisit transaksi berjalan Indonesia sebelumnya. ​"Dengan 1,6 persen defisit current account itu sebenarnya kalau kita bandingkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan 3,3 persen atau 4 persen current account deficit kita pada saat 2013-2014 sebelum COVID. Artinya sebenarnya secara fundamental, supply-demand Rupiah itu seharusnya tidak di level sekarang. Mostly itu digerakkan oleh sentimen,” jelasnya. “Karena tadi bisa lihat portofolio flows kita yang keluar pada saat COVID kemudian kembali lagi secara perlahan itu belum balik ke level pre-COVID,” lanjutnya. ​Sentimen ketidakpastian mulai dari geopolitik, pemilu sela AS, hingga harga minyak yang membuat aliran portofolio asing belum sepenuhnya kembali ke level prapandemi. “Artinya memang banyak sekali sentimen-sentimen yang mendorong outflows itu untuk keluar. Geopolitik kemudian uncertainty US midterm election, harga minyak, dan segala macam. Nah, ini yang kita harus perhatikan apakah sentimennya akan membaik atau tidak,” tuturnya.

Perilaku Konsumen

Turbulensi di pasar keuangan ini merambat langsung ke sektor riil, khususnya pada perilaku konsumsi masyarakat. Data menunjukkan adanya kondisi yang kontras antara kelas menengah dan kelas atas pada kuartal III. Indeks Penghasilan Bank Indonesia naik 6,4 persen di kuartal III setelah anjlok 2,9 persen di kuartal II. Berdasarkan data ini, kelas menengah mulai menunjukkan pemulihan berkat perbaikan investasi dan ekspor. Faiz mengatakan, kalangan kelas atas mengalami kontraksi penghasilan akibat wealth effect negatif dari rontoknya imbal hasil di pasar saham maupun obligasi. ​"Di kuartal ketiga itu terkontraksi sedikit. Nah, ini kami lihat adalah wealth effect dari pasar keuangan yang tadi lumayan cukup challenging di pasar saham dan pasar obligasi. Sehingga menyebabkan income dari orang-orang upper class yang biasanya melakukan investasi di pasar keuangan itu cukup heavy, itu mengalami penurunan,” jelasnya. Menurut Faiz, kondisi tersebut membuat konsumen kelas atas secara umum masih bersikap cautious atau berjaga-jaga atas ketidakpastian ekonomi yang membayangi. Namun, Faiz optimistis bahwa tekanan ini akan mereda setelah melewati badai ketidakpastian di semester I. "Kalau misalnya makin dekat ke final decision (MSCI) itu orang akan keluar dulu biasanya. Tapi if we can go through the turbulence di semester 1, maka dia akan membaik di semester 2. Kenapa? Karena dengan fundamental ekonomi yang relatively resilient, active investor itu akan masuk setelah uncertainty itu hilang karena pasar modalnya pasti udah bottom tuh,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disebut Jihadis oleh Trump, Abdul El-Sayed Beri Balasan Menohok
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Bukan Barang Sekunder, Pemerintah Diminta Evaluasi Pajak Pembalut 11 Persen
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemlu: 67 Nelayan RI Ditangkap Papua Nugini akibat Ilegal Fishing
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Muhaimin Kukuhkan Pengurus Gerbang Tani, Siap Perjuangkan Nasib Petani-Nelayan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Pemadaman Listrik di Maros Hari Ini 6 November 2026, Cek Wilayah yang Terdampak
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.