Menhut Ungkap Sulitnya Evakuasi Helikopter Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses evakuasi Helikopter Mi-17V5 yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Raja Juli mengatakan, kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.

Advertisement

BACA JUGA: Kronologi Helikopter TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla Kalteng

Saat penyelaman sebelumnya, para penyelam bahkan tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya mengandalkan perabaan untuk mengenali objek di dalam air.

“Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Selain kondisi air, proses evakuasi juga terkendala ombak yang besar. Kedua kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam melakukan pencarian korban maupun mengevakuasi badan helikopter.

Meski demikian, tim penyelam telah dibekali informasi mengenai kondisi dan struktur helikopter Mi-17V5 untuk membantu proses evakuasi.

Mereka juga telah mendapatkan penjelasan mengenai posisi pintu, pintu darurat, serta cara melepaskan sabuk pengaman di dalam helikopter.

“Namun tadi sudah disampaikan, kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17V5 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya,” kata Raja Juli.

Raja Juli meminta masyarakat mendoakan agar proses evakuasi berjalan maksimal. Dia menegaskan, upaya tersebut dilakukan bersama seluruh unsur terkait dan merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan proses evakuasi dan penyelamatan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Pangan Berkelanjutan, Lahan Pertanian Organik Naik 24 Persen
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Jamin Tak Ada Cetak Sawah-PSN di Taman Nasional Wasur yang Terbakar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Investigasi ATPM Truk Molen Maut di Bekasi: Konektor Rem Tak Sesuai Pabrikan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Nasdaq Masuk Zona Koreksi, Saham Nvidia Rontok Lebih dari 9 Persen
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ledakan Gas di Duri Kepa, Tujuh Orang Terluka
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.