CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Stres bisa datang kapan saja, baik karena pekerjaan yang menumpuk, persoalan keluarga, tekanan finansial, maupun rutinitas sehari-hari yang terasa melelahkan. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya mengganggu suasana hati, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik.
Kabar baiknya, mengelola stres tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ternyata bisa membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi situasi sulit atau tekanan. Namun, stres yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah, mulai dari gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga keluhan fisik seperti sakit kepala.
Melansir laman resmi WHO, ada sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut empat kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan.
1. Luangkan Waktu untuk Menarik Napas Dalam
Saat menghadapi tekanan, seseorang sering kali tidak menyadari bahwa pola pernapasannya menjadi lebih cepat dan pendek. Padahal, meluangkan waktu sejenak untuk mengatur napas dapat membantu tubuh menjadi lebih tenang.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah latihan pernapasan dalam. Caranya cukup sederhana, yakni duduk dengan posisi nyaman, kemudian tarik napas perlahan melalui hidung dan embuskan secara perlahan.
Lakukan beberapa kali sambil memusatkan perhatian pada aliran napas. Tidak perlu terburu-buru, cukup berikan waktu beberapa menit untuk menenangkan diri.
Mengutip informasi dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), latihan pernapasan dalam atau deep breathing berpotensi membantu menurunkan tingkat stres. Teknik relaksasi ini juga dapat memberikan efek menenangkan bagi tubuh.
Kebiasaan ini bisa dilakukan ketika pikiran mulai terasa penuh, saat istirahat kerja, maupun sebelum tidur.
2. Biasakan Bergerak dan Berjalan Kaki
Terlalu lama duduk dan sibuk memikirkan pekerjaan dapat membuat tubuh terasa semakin tegang. Karena itu, menyempatkan diri untuk bergerak menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang patut dicoba.
Tidak harus melakukan olahraga berat atau pergi ke pusat kebugaran. Berjalan kaki selama beberapa menit, melakukan peregangan ringan, bersepeda santai, atau aktivitas fisik lain yang disukai bisa menjadi pilihan.
Menurut National Health Service (NHS) Inggris, aktivitas fisik tidak serta-merta menghilangkan sumber stres. Namun, olahraga dapat membantu mengurangi intensitas emosi yang dirasakan sehingga seseorang bisa berpikir lebih jernih dan menghadapi masalah dengan lebih tenang.
WHO juga merekomendasikan olahraga secara teratur sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola stres.
Jadi, ketika pekerjaan mulai terasa membebani, cobalah beranjak dari kursi dan berjalan sebentar. Aktivitas kecil ini bisa menjadi jeda yang bermanfaat bagi tubuh maupun pikiran.
3. Jaga Pola Tidur agar Tubuh Mendapat Istirahat Cukup
Kebiasaan begadang, tidur tidak teratur, dan terlalu lama menggunakan ponsel sebelum tidur dapat membuat tubuh kehilangan waktu pemulihan yang dibutuhkan.
Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang mampu menghadapi tekanan.
Melansir laman WHO, tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki diri, beristirahat, dan memulihkan energi. Kebiasaan tidur yang baik juga dapat membantu mengurangi dampak stres.
WHO menyarankan agar seseorang menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten. Selain itu, suasana kamar sebaiknya dibuat nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang.
Mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur juga bisa menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki kualitas istirahat.
Dengan membiasakan waktu tidur yang teratur, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan kondisi setelah menjalani aktivitas seharian.
4. Luangkan Waktu untuk Berbicara
Kebiasaan yang satu ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sering kali diabaikan. Ketika menghadapi masalah, sebagian orang memilih diam dan menyimpan semua kekhawatirannya sendiri.
Padahal, berbicara dengan orang yang dipercaya bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban pikiran.
Tidak harus selalu mencari solusi atau meminta nasihat. Terkadang, menceritakan apa yang sedang dirasakan kepada teman, pasangan, atau anggota keluarga sudah cukup membantu seseorang merasa didengar dan tidak sendirian.
Mengutip rekomendasi WHO, menjaga hubungan dengan orang lain serta berbagi kekhawatiran dan perasaan kepada orang yang dipercaya dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.
Hal serupa juga disampaikan NHS. Dukungan dari teman, keluarga, maupun rekan kerja dapat membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang berbeda sekaligus menemukan jalan keluar.
Karena itu, jangan ragu meluangkan waktu untuk mengobrol, bertemu teman, atau sekadar menelepon keluarga di tengah kesibukan.
Mengurangi stres bukan berarti seseorang harus menghindari seluruh persoalan dalam hidupnya. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan sehat agar tubuh dan pikiran memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi tekanan.
Empat kebiasaan tersebut bisa dimulai secara bertahap. Tidak perlu langsung mengubah seluruh rutinitas dalam satu hari. Pilih langkah yang paling mudah dilakukan, kemudian biasakan secara konsisten.
Sumber: WHO, NHS




