JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia sekaligus sarana diplomasi lintas negara melalui pengembangan ruang edukasi dan budaya yang melibatkan berbagai negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F. Saenong, saat menyampaikan pidato dalam peresmian ruang budaya dan edukasi Russian Space di perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat(6/11/2026).
Baca Juga
Rahasia Mesin Tank Altay Turki: Diblokir Jerman, Diselamatkan Korea Selatan
Baznas Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Ekonomi
Kemenhaj Buka Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027, Ini Persyaratannya
"Fasilitas ini dihadirkan agar dapat dinikmati oleh para pengunjung Masjid Istiqlal. Sejak awal, kami di Masjid Istiqlal berupaya mewujudkan gagasan baik dari Imam Besar untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia," kata Farid menyampaikan pidato mewakili Menteri Agama, yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang bagi negara-negara sahabat untuk mengenalkan budaya, sejarah, dan tradisi mereka kepada masyarakat Indonesia yang mengunjungi Masjid Istiqlal.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Oleh karena itu, kami mengundang berbagai pihak untuk turut menyediakan fasilitas di masjid ini, termasuk ruang-ruang dan sudut edukasi,"kata dia.
Farid menjelaskan, beberapa negara yang telah memiliki ruang literasi budaya mereka di kawasan perpustakaan Masjid Istiqlal antara lain Amerika Serikat, China, dan Belanda. Perpustakaan tersebut juga akan segera meresmikan ruang serupa dari Pemerintah Turki.
Russian Space di perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat(6/11/2026)." />
Peresmian ruang budaya dan edukasi Russian Space di perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat(6/11/2026). - (Mg-167)