Istanbul: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengangkat semangat perjuangan R.A. Kartini dalam mendorong kemajuan dan kepemimpinan perempuan di bidang ekonomi. Pesan tersebut disampaikan Lestari saat menjadi keynote speaker dalam sesi panel Bosphorus Summit ke-17 di Istanbul, Turki, dengan tema Women Leading the New Economy.
“Tolok ukur pengaruh seorang perempuan bukanlah seberapa tinggi ia mampu naik, melainkan seberapa banyak orang lain yang ikut naik bersamanya,” tutur Lestari dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat, 6 November 2026.
Lestari menegaskan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memiliki kesempatan untuk turut menentukan arah dan masa depan perekonomian.
Dalam pidatonya, Lestari mengungkapkan sekitar 64,5 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan. Namun, besarnya kontribusi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam keterwakilan perempuan pada posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Ia juga menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi perempuan dalam dunia ekonomi dan kerja. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan akses permodalan, kesenjangan digital, beban pengasuhan yang tidak seimbang, hingga bias gender dalam promosi jabatan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lestari mendorong pembukaan akses modal dan pasar digital bagi usaha yang dipimpin perempuan. Ia berharap usaha perempuan dapat berkembang dari sekadar bertahan menjadi usaha yang maju dan sukses.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat Gaungkan Musyawarah dan Bhinneka Tunggal Ika di Bosphorus Summit ke-17“Pertama, mari kita buka akses terhadap modal dan pasar digital agar usaha yang dipimpin oleh perempuan dapat berkembang dari sekadar bertahan menjadi usaha yang maju dan sukses,” ujar Lestari.
Selain akses ekonomi, Lestari menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung pembagian beban pengasuhan.
“Kedua, mari kita akui serta berbagi beban pengasuhan melalui kebijakan nyata, seperti penyediaan layanan pengasuhan anak, cuti bagi orang tua, dan pengaturan kerja yang fleksibel,” katanya.
Diskusi panel Bosphorus Summit ke-17 tersebut dimoderatori Gozde Dizdar, Board of Directors ICP Turkiye. Panel menghadirkan Tri Mumpuni, Founder and Executive Director IBEKA (Institute for Business and Economic Affairs) dari Indonesia, serta Katerina Alekseichuk, Commercial Director NF Group Middle East dari Federasi Rusia.
Diskusi membahas peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, penguatan kerja sama bisnis lintas negara, hingga perluasan kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.




