JAKARTA, DISWAY.ID – Bank Indonesia (BI) memberikan respons positif atas data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen secara year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menuturkan, dengan menguatnya berbagai sumber pertumbuhan, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen sepanjang 2026.
“Ke depan, berlanjutnya berbagai stimulus Pemerintah, serta membaiknya ekspektasi pelaku ekonomi diprakirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik,” ujar Ramdan secara daring, Jumat (6/11/2026).
BACA JUGA:DPR Setujui Usulan Presiden Prabowo, Guru Hingga Damkar PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu
BI akan memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal.
Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud menyampaikan bahwa ekonomi nasional tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada triwulan III 2026, terutama ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan, lebih tinggi dari 4,89 persen pada periode sama tahun 2025.
Pertumbuhan didukung pergerakan masyarakat, belanja daring, dan kegiatan pariwisata yang kembali meningkat.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan 3-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” tutur Edy di Jakarta, Kamis (5/11).
BACA JUGA:Kemenag Gagas 1.000 Doktor Ma’had Aly, Petakan Kebutuhan Dosen di 95 Kampus
Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,14 persen, lebih tinggi dibanding 5,46 persen pada triwulan III 2025 dan 4,85 persen pada triwulan III 2024. Meningkatnya penjualan kendaraan, terutama kendaraan niaga dan kendaraan listrik, ikut mendorong sektor tersebut.





