Jakarta, VIVA - Kabar meninggalnya penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, setelah mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra, Jesus Owono, menyisakan duka mendalam bagi dunia sepak bola. Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian pemain berusia 30 tahun tersebut. Dia menilai tragedi yang terjadi di kompetisi kasta kedua Liga Spanyol itu menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan harus selalu berada di atas persaingan olahraga.
"Sepak bola dunia berduka," tulis Erick Thohir.
Mantan Presiden Inter Milan tersebut juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga keselamatan antarpemain, sekalipun mereka sedang bertarung untuk memenangkan pertandingan.
Menurut Erick, tidak ada hasil pertandingan yang sebanding dengan keselamatan seorang pemain. Dia berharap insiden tragis tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Tidak ada kemenangan yang lebih berharga dari keselamatan dan kemanusiaan," tegas Erick.
Erick juga secara khusus menyampaikan penghormatan terakhir kepada De Miguel melalui ucapan Rest in Peace.
Kronologi Benturan Mengerikan yang Merenggut Nyawa Jesus de MiguelTragedi tersebut terjadi ketika CD Tenerife menjamu FC Andorra di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Senin (2/11/2026). Dalam sebuah situasi perebutan bola, Jesus de Miguel mengalami benturan keras dengan kiper Andorra, Jesus Owono.
Insiden berlangsung ketika Owono berusaha menghalau bola di area permainan. Namun, benturan dengan De Miguel membuat sang penyerang terjatuh dan terlihat memegangi bagian dadanya.
Kondisi di lapangan seketika berubah mencekam. De Miguel tergeletak tanpa bergerak sehingga tim medis langsung masuk untuk memberikan pertolongan. Para pemain dari kedua kesebelasan juga terlihat terpukul menyaksikan kejadian tersebut.
Owono kemudian menerima kartu merah, sementara pertandingan dihentikan menjelang akhir laga karena De Miguel membutuhkan penanganan medis segera.
Penyerang berusia 30 tahun itu selanjutnya dilarikan ke rumah sakit. Meski sempat dilaporkan dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan intensif, situasinya justru memburuk sejak dini hari.





