Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan dengan Waktu Lama di Kulkas

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Tidak semua jenis makanan bisa disimpan dalam waktu lama di dalam kulkas, beberapa di antaranya ada yang bisa rusak dalam satu atau dua hari.

Vanessa Coffman Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus direktur aliansi Stop Foodborne Illness menyebutkan bahwa nasi sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu hari setelah dimasak.

“Nasi bisa mengandung Bacillus cereus, bakteri yang menghasilkan racun tahan panas jika dibiarkan pada suhu ruangan. Racun ini tetap ada bahkan setelah dipanaskan kembali, menyebabkan keracunan makanan,” katanya dikutip dalam publikasi Real Simple pada Kamis (5/11/2026), dilansir Antara.

Coffman menyampaikan, agar nasi tetap aman dikonsumsi sebaiknya segera didinginkan setelah dimasak, setelah itu disimpan di dalam lemari es dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius selama maksimal satu hari.

Ketika hendak dikonsumsi panaskan nasi yang disimpan menggunakan suhu setidaknya 74 derajat Celsius.

Saus juga tergolong cepat basi. Coffman mengatakan saus seharusnya dihabiskan dalam satu hari, karena kadar airnya yang tinggi menghadirkan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri patogen dan mikroba pembusuk.

Coffman menjelaskan mayones umumnya bisa disimpan lebih lama. Mayones yang biasa dijual di pasaran bisasanya telah melalui proses pasteurisasi dan dibuat sedikit asam untuk menghambat pertumbuhan bakteri

Namun, Ia menambahkan jika mayones dibuat dari bahan seperti telur, kentang, atau ayam maka lebih cepat basi.

Menurutnya, salad dengan mayones sebaiknya dikonsumsi dalam waktu maksimal tiga hari.

Reena Angelique Clark Perawat sekaligus direktur pendidikan berkelanjutan United Medical Education mengatakan bahwa masa simpan pasta matang tergolong pendek, sehingga baiknya hanya disimpan tiga hingga empat hari di lemari es.

“Pasta relatif cepat basi karena dapat mengandung bakteri yang dikenal sebagai Bacillus cereus yang membentuk spora yang mampu bertahan dari proses memasak pertama,” ujar Clark.

Ia menambahkan, pasta masak yang basi biasanya berlendir, terasa sedikit asam, dan baunya tidak sedap.​​​​​​​

Clark menyampaikan bahwa kaldu dari rebusan makanan laut masa simpannya lebih singkat dibandingkan kaldu daging ayam atau daging sapi. Jadi, sebaiknya dibuang setelah dua hari disimpan di dalam lemari es.

Ia menilai, protein ikan menawarkan lingkungan yang sempurna bagi bakteri pembusukan.

Kaldu yang basi mempunyai ciri keruh, baunya menyengat, dan permukaannya tampak berkilau dengan semburat warna-warni.

Sisa makanan bisa lebih cepat basi kalau tidak disimpan di lemari es.

Coffman menyampaikan bahwa makanan hanya boleh berada di zona suhu berbahaya antara 4 derajat sampai 60 derajat Celsius selama maksimal dua jam, setelah itu makanan tidak lagi aman dikonsumsi.

“Dalam rentang suhu ini, bakteri penyebab penyakit bawaan makanan dapat berkembang biak dengan cepat. Sebagai contoh, patogen seperti Salmonella, E. coli dan Clostridium perfringens jumlahnya dapat berlipat ganda setiap 20 menit,” katanya.(ant/fia/kir/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kamera Pengintai Tangkap Gambar 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Eks Bupati Gowa Jadi Tersangka Lagi, Kini di Kasus Palsukan Data KTP
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kekeringan Melanda Samarinda, Kemen PU Distribusikan Air Bersih
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Kota Surabaya Raih Penghargaan Satya JKN Awards 2026
• 3 menit laludetik.com
thumb
KPK Telusuri Cukai Djarum Sejak 2010: Dampaknya ke Saham BBCA?
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.