Electronic Arts Inc. mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 400 karyawan dan menutup studio game BioWare. Ia adalah studio pengembang yang telah lama berdiri di balik game seperti Dragon Age dan Mass Effect.
Awal tahun ini, EA memberi tahu investor, bahwa mereka mau menghemat pengeluaran hingga USD 700 juta. Sebagian dengan memangkas biaya R&D.
Dalam surat kepada staf pada hari Rabu, sebagaimana dilansir Bloomberg, Kepala Operasi EA David Tinson dan Kepala Studio Cam Weber menulis “selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau bisnis kami secara menyeluruh.”
EA akan memangkas beberapa proyek, termasuk game seperti Mass Effect selanjutnya yang saat ini sedang dikembangkan di BioWare.
Kendati demikian, EA akan terus berinvestasi dan menggarap sejumlah game olahraga, tembak-menembak online Apex Legends, hingga melanjutkan franchise Battlefield.
“Di seluruh portofolio, kami membuat pilihan yang disengaja untuk menyelaraskan bakat dan investasi di tempat kami melihat peluang terbesar bagi para pemain dan pertumbuhan jangka panjang,” tulis para eksekutif dilansir Bloomberg.
BioWare, didirikan pada tahun 1995 dan diakuisisi EA tahun 2007. Selama beberapa tahun pertama di bawah EA, studio ini merilis sederet gim roleplay yang sukses seperti Dragon Age dan Mass Effect.
Dragon Age: The Veilguard, gagal memenuhi ekspektasi penjualan, membuat EA terpaksa melakukan perombakan besar-besaran di studio ini sejak tahun lalu.





