JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) PJB–Muara Karang di Penjaringan, Jakarta Utara yang sudah lama mangkrak.
Adapun proyek JLNT PJB–Muara Karang tersebut mangkrak sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Anggaran pembangunan kata Pramono akan dilakukan melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing).
Pramono menargetkan, pembangunan lanjutan JLNT tersebut dapat rampung dalam tiga bulan ke depan untuk membantu mengurai kemacetan di kawasan Pluit.
Keputusan tersebut disampaikan usai Pramono memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat, 6 November 2026.
BACA JUGA:Tak Lagi 50 Persen! Pemerintah Ubah Aturan DHE SDA, Kini Penukaran Valas Tembus 100 Persen
BACA JUGA:Kabar Baik! Guru hingga Petugas Damkar Bakal Naik Status Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
Rapat ini merupakan yang ketiga setelah Kembangan, Jakarta Barat, dan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dari rangkaian Ratas yang ditargetkan berlangsung di seluruh 44 kecamatan dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Saya meminta untuk jalan layang non-tol PJB Muara Karang yang sudah dibangun sejak eranya Pak Ahok enggak selesai-selesai, dan sekarang tidak dilanjutkan, tadi saya memutuskan untuk diselesaikan. Dan saya memberikan batas waktu maksimum tiga bulan untuk diselesaikan,” ujar Pramono.
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, penyelesaian proyek tersebut telah menemukan titik temu antarpihak.
Penanganannya dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan Sekretaris Daerah DKI Jakarta agar kendala yang selama ini menghambat pelaksanaan dapat segera diselesaikan.
“Penyelesaiannya menggunakan creative financing. Karena memang ini ditunggu sejak lama, alhamdulillah ada titik temu dan ada kesepakatan. Yang paling penting adalah bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





