Kasus Dugaan Penyadapan Presiden: Kuasa Hukum Pastikan Irjen Ahrie Sonta Akan Kooperatif

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Kasus Dugaan Penyadapan Presiden: Kuasa Hukum Pastikan Irjen Ahrie Sonta Akan KooperatifNasional | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 17:27Dengarkan Berita

JAKARTA – Irjen Ahrie Sonta Nasution akan bersikap kooperatif dan terbuka selama menjalani proses hukum dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan Krisna Murti, kuasa hukum dari Ahrie Sonta, yang mengatakan bahwa kliennya berseda memberikan keterangan utuh untuk membantu mengungkap perkara ini.

“Klien kami (Ahrie Sonta) akan terbuka untuk membuat terang benderang kasus ini,” kata Krisna dalam sebuah rekaman video yang diterima, Jumat (6/11/2026).

Krisna menegaskan bahwa proses hukum terhadap kliennya harus berjalan sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ia juga memastikan tidak ada intimidasi yang dialami kliennya selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Kami memastikan bahwa proses hukum dijalankan sesuai ketentuan KUHAP," ujar Krisna.

Ia menjelaskan, pendampingan hukum terhadap Ahrie Sonta telah diberikan sejak awal pemeriksaan. Menurutnya, seluruh tahapan penyidikan juga berlangsung secara transparan.

"Tidak ada intimidasi, proses hukum berjalan transparan," imbuhnya.

Baca Juga:Pemkot Samarinda Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan

Di sisi lain, mengenai sangkaan pasal yang dijeratkan kepada kliennya, Krisna menyatakan pihak kuasa hukum akan mengkaji hal tersebut secara objektif dengan mencocokkannya pada fakta-fakta hukum yang ada.

"Kami akan menyikapi persangkaan pasal secara objektif dan mencocokkan dengan fakta hukumnya," ungkap Krisna.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya memilih untuk tidak membangun opini publik yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum.

"Kami meyakini penegakan hukum akan berjalan profesional dan tidak mengabaikan hak-hak klien kami," jelasnya.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Selain Listyo Sigit, Bareskrim juga menetapkan tiga perwira tinggi (pati) Polri lainnya sebagai tersangka, yakni Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.

Baca Juga:Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun ke Negara, IPO: Bisa untuk Bonus Timnas

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Asep Safrudin, mengungkapkan bahwa peristiwa penyadapan tersebut berlangsung pada periode 2025–2026. Sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi resmi.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji, Salah Data Dokumen Bisa Bikin Visa Tak Terbit
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wali Kota Tri Adhianto Apresiasi Mural WALKER, Kolong Flyover Cipendawa Disulap Jadi Ruang Publik Kreatif
• 5 jam laludisway.id
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Sabtu 7 November 2026: Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Suporter Protes Laga Borneo FC Vs PSM Makassar Tanpa Penonton, Diumumkan H-1 Jelang Pertandingan
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal, Karangan Bunga Dukungan Banjiri Mabes Polri
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.