KPK Usut Alasan Tersangka Kasus Digitalisasi SPBU Beri Duit Rp 2 M ke Bos KAI

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

KPK tengah mendalami tujuan pemberian uang Rp 2 miliar dari salah satu tersangka kasus digitalisasi SPBU kepada Dirut PT KAI Bobby Rasyidin (BR) yang kini telah disita. KPK menyampaikan, uang itu diterima Bobby sebelum dirinya menjabat sebagai Dirut PT KAI.

"Pasca penyitaan itu, kemudian penyidik melakukan pendalaman dan analisis berkaitan dengan uang-uang tersebut hubungannya dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini," jelas Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

"Sehingga artinya, uang yang disita dari saudara BR ini membantu dalam proses pengungkapan perkara berkaitan dengan pengadaan digitalisasi SPBU, yang secara umum berkaitan dengan pengadaan EDC (Electronic Data Capture) ataupun mesin ATG (Automatic Tank Gauge)," lanjutnya.

Baca juga: MAKI Spill Inisial Pegawai KPK Terduga Pembocor Dokumen Kasus ATR/BPN

Budi menjelaskan, pihak tersangka yang memberikan uang tersebut kepada Bobby selaku vendor pengerjaan proyek pengadaan alat EDC ataupun ATG yang dipakai sebagai pengukur otomatis untuk memantau level, volume, suhu, dan tingkat air pada tangki pendam bahan bakar minyak (BBM) secara real-time.

"Ini diduga diberikan oleh salah satu tersangka dalam perkara ini yang kemudian mengerjakan proyek di digitalisasi SPBU. Sedangkan saudara BR ini tidak atau bukan menjadi penyedia barang dan jasa dalam perkara ini," ungkap Budi.

Budi juga menjelaskan, bahwa penyitaan uang ini dilakukan pada Agustus 2025. Uang ini, kata Budi, diterima oleh Bobby sebelum dirinya menjabat sebagai Dirut PT KAI.

"Oleh karena itu, dari apa yang diserahkan oleh saudara BR ini kemudian kami lakukan pendalaman, kami lakukan analisis bagaimana kaitannya dengan perkara tersebut," imbuhnya.

Mengenai perkara ini sendiri, KPK sudah menjerat 3 orang tersangka yaitu 2 orang mantan petinggi di salah satu BUMN serta seorang dari pihak swasta. Ketiganya juga sudah ditahan KPK sejak awal Agustus 2026.

Baca juga: Periksa Adik Eks Kepala BNPB, KPK Dalami Modus Bagi-bagi Proyek Pakai DSP




(kuf/wnv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim Usut Kasus Penyadapan Istana
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkes Akan Bangun Dua Rumah Sakit Tipe C di Papua Pegunungan pada 2027, Mamberamo Tengah dan Lanny Jaya Jadi Prioritas
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Gelar Mitigasi Bencana Megathrust Bagi Pengurus Masjid, Dompet Dhuafa Gandeng MUI Serta BPBD Jawa Timur
• 7 jam laludisway.id
thumb
Lima Geopark Indonesia Raih Kartu Hijau UNESCO 2026, Bojonegoro Lolos Jadi Geopark Dunia Baru
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Alsintan-Elektrifikasi Penggilingan Padi, Upaya Pemprov Jateng Perkuat Swasembada Pangan Hulu-Hilir
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.