Tiga Bulan Didampingi TEP Unhas, Ekonomi Warga Weri-Saharey Mulai Berubah

harianfajar
52 menit lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, FAKFAK – Pendampingan Tim 16 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai membawa perubahan bagi masyarakat Kampung Weri dan Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Selama tiga bulan pendampingan, warga memperoleh pengetahuan baru, memperkuat kelembagaan ekonomi kampung, hingga mengembangkan pemasaran produk unggulan. Perubahan tersebut mendorong masyarakat berharap program Ekspedisi Patriot kembali dilanjutkan pada 2027.

Harapan itu mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pilot Action yang digelar Jumat (6/11/2026) di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Distrik Fakfak Timur, kepala kampung Weri dan Saharey, tokoh adat, serta kelompok tani dan masyarakat dari kedua kampung.

Dalam kegiatan tersebut, petani pala, mama-mama, pemuda, dan tokoh adat turut memberikan evaluasi terhadap berbagai program pendampingan yang telah berjalan sejak Agustus 2026.

Perkuat Orientasi Pembangunan Transmigrasi

Pendampingan ini sejalan dengan perubahan paradigma pembangunan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi kini menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tolok ukur keberhasilan, bukan semata-mata jumlah penduduk yang dipindahkan.

Melalui program Ekspedisi Patriot, perguruan tinggi dilibatkan untuk mendampingi masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kapasitas warga, serta membangun kolaborasi guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di kawasan Weri-Saharey, pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, kelembagaan ekonomi kampung, dan akses pemasaran produk lokal.

Tiga Bulan, dari Dialog hingga Aksi Nyata

Koordinator Lapangan Tim 16 TEP Unhas, Nur Vidiah Rachmadani, memaparkan sejumlah capaian selama tiga bulan pendampingan.

Program diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kondisi sosial dan mengidentifikasi persoalan masyarakat. Dari proses tersebut, lahir Forum Dialog Budaya yang menghasilkan Deklarasi Weri-Saharey sebagai bentuk komitmen masyarakat lokal dan transmigran untuk membangun kampung secara bersama-sama.

Pendampingan selanjutnya diarahkan pada penguatan ekonomi produktif. Petani dari kedua kampung melaksanakan panen bersama. Hasil perkebunan kemudian dihimpun melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) untuk dipasarkan secara kolektif.

Tim juga melakukan uji pasar terhadap enam produk unggulan di Kota Fakfak. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak empat produk. Hasil uji pasar selanjutnya dikomunikasikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Fakfak sebagai bahan penguatan dukungan pemerintah daerah.

Sejumlah perubahan juga mulai terlihat pada kelembagaan masyarakat. Dua sekretariat BUMKam direvitalisasi, dua koordinator pemasaran ditunjuk, serta Karang Taruna Kampung Weri dan Saharey resmi disahkan.

Selain itu, mama-mama di kedua kampung mulai menghidupkan Pasar Jumat Weri-Saharey sebagai ruang aktivitas ekonomi bersama yang berlangsung setiap pekan.

“Semua yang kita capai hari ini adalah hasil kerja bersama. Kami berterima kasih kepada seluruh aparat kampung, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Weri dan Saharey yang telah membuka pintu dan terlibat di setiap tahapan, dari diskusi pertama sampai panen bersama dan uji pasar,” ujar Nur Vidiah.

Ia berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus dijalankan secara mandiri oleh masyarakat sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi Weri-Saharey.

Warga Rasakan Perubahan

Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, S.E., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Tim 16 TEP Unhas. Menurutnya, kehadiran tim memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi kampung.

“Kami berterima kasih kepada Tim 16 Universitas Hasanuddin. Sejauh ini kegiatan yang dilakukan sangat membantu dan memberikan ilmu baru kepada masyarakat, agar ekonomi kampung bisa terus meningkat,” kata Gani.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan pemerintah kampung. Kepala Kampung Weri, Marten Sutadi Fuad, bersama Kepala Kampung Saharey, Zainuddin Arbakala, berharap pendampingan tidak berhenti setelah program tahun ini berakhir.

“Kami berharap kegiatan ini tidak cukup sampai di sini. Masyarakat kampung harus bisa terus melanjutkannya. Harapan kami, TEP tetap hadir pada 2027 agar program dan pendampingan terus berjalan, dan kita bisa terus membangun bersama untuk Weri-Saharey,” ungkap keduanya.

Harapan serupa disampaikan Mince Guasguas. Ia mengaku merasakan perubahan positif selama Tim Ekspedisi Patriot mendampingi masyarakat.

“Banyak ilmu baru yang kami dapat dari Tim Patriot tahun ini, sangat berbeda dengan sebelumnya. Selama TEP hadir, banyak perubahan yang lebih baik di kampung ini. Kami belajar kembali, dan ekonomi kampung juga ikut meningkat,” tuturnya.

Mince berharap Menteri Transmigrasi dapat melanjutkan program tersebut pada tahun mendatang dengan menghadirkan tim pendamping yang sama.

“Kami berharap kepada Bapak Menteri Transmigrasi, tahun depan TEP tetap hadir membersamai kami, didampingi oleh tim yang sama, agar apa yang sudah berjalan bisa terus dikuatkan,” tambahnya.

Bangun Keberlanjutan Ekonomi Kampung

Untuk memastikan keberlanjutan program, Tim 16 bersama masyarakat juga menyusun Kesepakatan Bersama dengan Disperindag dan DPMK Kabupaten Fakfak.

Selain itu, disiapkan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kampung Weri dan Saharey serta Perjanjian Kerja Sama Pemasaran Bersama Pala antara kedua BUMKam.

Dokumen tersebut diarahkan untuk mengatur standar mutu produk, transparansi harga, serta kepastian pembayaran bagi petani. Dengan demikian, pemasaran hasil perkebunan diharapkan semakin terorganisasi dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Pengalaman pendampingan di Weri-Saharey menunjukkan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan bantuan. Peningkatan kesejahteraan membutuhkan kepercayaan, kolaborasi, penguatan kelembagaan ekonomi, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola potensi daerahnya.

Monev tersebut ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan masyarakat, meliputi pemasaran pala secara kolektif, penerapan standar mutu, keberlanjutan Pasar Jumat, serta penguatan peran pemuda sebagai penggerak ekonomi kampung.

Di Weri-Saharey, pendampingan Ekspedisi Patriot menjadi salah satu upaya membangun masa depan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi masyarakat lokal dan transmigran untuk tumbuh dan sejahtera bersama. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
The Weeknd telah melampaui Elton John dalam pendapatan tur dunia
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Diprediksi Terkoreksi hingga 4.763, Saham ARCI-INDY Bisa Dicermati
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Australia Kirim Hercules C-130 untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kaltim
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Pin atau Fingerprint: Metode Keamanan HP Manakah yang Paling Aman?-Melek Teknologi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Sumut Percepat Registrasi Perlinsos Digital, 1,1 Juta KK Telah Terdaftar
• 2 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.