Kaja Kallas: Uni Eropa harus terlibat dalam kesepakatan damai Ukraina

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Jumat (6/11) mengatakan bahwa Uni Eropa harus dilibatkan dalam setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Kallas memperingatkan pula bahwa blok tersebut tidak akan melaksanakan kesepakatan yang dicapai tanpa keterlibatan Uni Eropa.

Menanggapi pertanyaan mengenai peran Eropa dalam perundingan perdamaian pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Kallas mengatakan bahwa keputusan terkait sanksi Uni Eropa dan aset Rusia yang dibekukan berada di tangan blok tersebut.

“Setiap kesepakatan yang tidak melibatkan kami sebagai pihak di dalamnya juga tidak akan kami laksanakan,” katanya.

“Mulai dari jaminan keamanan, sanksi, rekonstruksi, hingga aksesi Ukraina ke Uni Eropa, tidak ada jalan untuk mengesampingkan Uni Eropa,” tambahnya.

Kallas mengatakan upaya diplomatik baru tengah berlangsung untuk mengakhiri perang tersebut. Para menteri juga telah membahas langkah-langkah yang dapat mereka lakukan untuk berkontribusi.

“Benar-benar ada dorongan diplomatik baru yang intensif untuk mengakhiri perang Rusia. Eropa terus mendukung semua upaya menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

“Terlepas dari upaya diplomatik tersebut, kenyataan di lapangan masih sangat memprihatinkan.”

Kallas mengatakan sedikitnya 45 warga sipil tewas akibat serangan udara Rusia di Ukraina sepanjang pekan ini. Ia memperingatkan bahwa Ukraina kembali menghadapi musim dingin yang sulit karena Moskow terus menargetkan infrastruktur energi negara tersebut.

“Moskow berupaya membuat Ukraina membeku hingga menyerah, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” katanya.

Ia mengatakan Uni Eropa telah menyalurkan tambahan dana sebesar 4,36 miliar euro (5,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,27 triliun) melalui pinjaman dukungannya pada pekan ini untuk memperkuat ketahanan Ukraina.



Uni Eropa tolak konsesi wilayah

Kallas menegaskan bahwa Eropa memiliki kepentingan keamanan sendiri dan tetap berkomitmen penuh untuk mendukung Kiev.

“Kami bukan mediator. Kami dengan tegas berada di pihak Ukraina,” katanya.

Ia menolak pengakuan secara hukum atas klaim Rusia terhadap wilayah Ukraina yang diduduki. Kallas juga menyerukan pertanggungjawaban atas kejahatan perang, pemberian kompensasi atas kerusakan, serta pemulangan anak-anak yang dideportasi dari Ukraina.

Kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina, serta hak negara tersebut untuk memilih aliansi, juga harus dihormati, tambah Kallas.

“Singkatnya, konsesi seharusnya diberikan oleh pihak agresor, bukan korban,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai keterlibatan Eropa dalam perundingan, Kallas mengatakan keputusan terkait sanksi Uni Eropa dan aset Rusia yang dibekukan berada di tangan blok tersebut.

“Setiap kesepakatan yang tidak melibatkan kami sebagai pihak di dalamnya juga tidak akan kami laksanakan,” katanya.

Sumber: Anadolu



Baca juga: Komisi Eropa siapkan jalan aksesi, desak Ukraina percepat reformasi

Baca juga: Uni Eropa lebih hati-hati siapkan peta jalan negosiasi aksesi Ukraina

Baca juga: AS dan NATO bahas jaminan keamanan Ukraina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI & Perbasi Gaungkan Simpati Basketball Teladan Cup 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
PREVIEW Persija vs Persebaya, Adu Strategi Shin Tae-yong dan Bernardo Tavares
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
29.154 Siswa-Mahasiswa Jakarta Lolos Verifikasi KJP Plus dan KJMU
• 4 jam laludetik.com
thumb
Anggaran Operasional MBG Dibatasi Rp3.000 Per Porsi, Gaji Pengawas Ikut Terdampak?
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kondisi Jorge Martin Membaik di MotoGP Qatar, Aprilia Ogah Ambil Risiko
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.