JAKARTA, KOMPAS.TV - Polri membentuk tim khusus untuk memperkuat penyelidikan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pembentukan tim ini disebut sebagai bentuk respons proaktif Polri dalam mengusut kasus tersebut.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo, mengatakan tim khusus akan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Asep Safrudin.
Sementara itu, Liga Pemuda Indonesia menggelar aksi damai di depan Mabes Polri, Kamis malam. Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Polri agar mengusut kasus ini hingga tuntas. Massa menyalakan lilin dan membagikan mawar putih sebagai simbol dukungan.
Dalam perkembangan penyelidikan, Bareskrim disebut telah menetapkan empat perwira tinggi sebagai tersangka. Salah satunya adalah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Irjen Slamet Uliandi juga disebut menjadi tersangka baru setelah pemeriksaan sejumlah saksi.
Untuk membahas perkembangan kasus serta aspek hukum dan ketatanegaraan yang menyertainya, simak perbincangan bersama Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UII Yogyakarta sekaligus Menko Polhukam periode 2019–2024, Mahfud MD.
#mahfudmd #penyadapan #prabowo #listyosigitprabowo #polri
Baca Juga: Saling Adu Argumen! Pakar Bedah Kasus Penyadapan Prabowo: Tarung Elite, Makar-Siapa Dalang?
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ahmades-Brilian
Sumber : Kompas TV
- penyadapan
- presiden
- prabowo
- mahufd md
- makar





