Usai Kasus Penyadapan Presiden Terungkap, Peneliti: Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik-Baik Saja

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cs. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal menyebut kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menandakan dua hal. 

Pertama, kata dia, kasus itu menandakan bahwa tata kelola pemerintahan Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik. 

"Di sini membuka suatu tabir bahwa tata kelola pemerintahan kita tidak baik-baik saja," ujar Fahrizal dalam program Bola Liar KompasTV, Jumat (6/11/2026). 

Kedua, lanjut Fahrizal, ada celah mengenai regulasi penyadapan yang tidak diatur dengan baik. Ia menilai celah itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan yang berseberangan.

"Justru di sini menjadi titik bahwa pemerintahan Pak Prabowo harus membenahi ini semua jika ingin memenuhi mandatnya sebagai presiden," kata Fahrizal. 

Baca Juga: Listyo Cs Sadap Prabowo! DPR Minta Komisi III Pantau Kasus Penyadapan

Dalam kessempatan sama, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan menilai kasus dugaan penyadapan ilegal presiden bisa menjadi makar.

Namun, perbuatan makar tersebut menurutnya dapat disimpulkan setelah pengusutan kasus dilakukan. 

"Saya kira Bareskrim Polri pasti bisa meningkatkan ini menjadi makar, tapi ketika misalnya menemukan bukti-bukti yang cukup," ujarnya. 

Ia menyinggung nama-nama pihak diduga terlibat yang beredar di masyarakat, tetapi belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Terkait hal itu, ia meminta publik menunggu informasi resmi dari Polri terkait kasus tersebut. 

Sementara itu, Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung menilai, untuk menjawab mengenai kasus dugaan penyadapan ilegal presiden menjadi kasus kriminalitas murni atau makar, salah satu caranya dengan membuka kasusnya ke publik. 

"Sekarang salah satu cara terbaik adalah sampaikan saja, buka saja secara transparan, apa sih percakapan yang ada di dalam, supaya enggak ada spekulasi loh, apakah memang ada niat makar? Ini kan clear," ucapnya. 

Baca Juga: Apakah Kasus Penyadapan Presiden Termasuk Perbuatan Makar? Ini Kata Eks Gubernur Lemhannas

Ia menilai dibukanya kasus dugaan penyadapan presiden ke publik itu bisa membuat publik tidak menduga-duga lagi ada kemungkinan apa di balik kasus tersebut. 

Menurutnya, dibukanya kasus kepada publik juga bisa membuat terang siapa saja pihak-pihak yang terlibat penyadapan, maupun yang tidak terlibat. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • csis
  • penyadapan presiden
  • penyadapan prabowo
  • kasus penyadapan
  • penyadapan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Argentina terapkan sejumlah pembatasan jelang kunjungan Paus Leo XIV
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Tawuran Warga di Makassar Berujung Maut, Pria 51 Tahun Tewas dan Kapolsek Terluka
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
BeauPicks: 5 Rekomendasi Outfit untuk Tampil ala Whimsy Look
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral Kabar Bikin SIM Gratis, Begini Faktanya
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Dubes UE Serahkan Surat Kepercayaan, Dorong Penguatan Kemitraan dengan Indonesia
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.