JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyayangkan adanya kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cs.
Menurutnya, kasus tersebut dapat menjadi sentimen psikologis terhadap investasi di Indonesia.
"Tentu sangat disayangkan ya terjadi penyadapan. Ini tentu akibatnya adalah bukan dari segi fundamental, tapi dari sentimental. Karena ekonomi kan juga faktor psikologis juga ikut memengaruhi," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Ia menekankan pemerintah terus menjaga fundamental perekonomian di tengah sentimen psikologis imbas kasus penyadapan presiden dan sejumlah pihak lainnya.
Mantan Ketua Umum Golkar itu juga meyakini Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah mengambil kebijakan yang tegas dalam mengusut kasus penyadapan presiden.
"Tentu Kapolri kan mengambil kebijakan yang tegas, jadi itu positif," katanya.
Baca Juga: Kasus Penyadapan Presiden: Said Didu Yakin Makar, Peneliti CSIS Singgung Konsekuensi Politik Besar
Empat Jenderal Polisi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden
Polri awalnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap presiden.
Tiga tersangka tersebut adalah eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Tersangka diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural terhadap nomor telepon Presiden RI, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, sampai para pengusaha.
Dalam perkembangannya, Polri kembali menetapkan satu tersangka baru, yakni Irjen Slamet Uliandi.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto pada Kamis (5/11) mengungkap Slamet belum ditahan karena dalam kondisi sakit pascastroke.
Sementara itu, tiga tersangka lain, yakni Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi ditahan di Mako Brimob.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- menko perekonomian
- airlangga hartanto
- penyadapan presiden
- penyadapan prabowo
- kasus penyadapan
- ekonomi





