Gunung Semeru Meletus Sabtu Dini Hari

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur erupsi pada pada Sabtu (7/11) dini hari WIB.

Bukit sangat besar tertinggi di Jawa itu (3.676 m) meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, ke arah Besuk Kobokan.

BACA JUGA: Berstatus Siaga, Gunung Semeru Erupsi Selasa Pagi, Tinggi Letusan Sampai 900 Meter

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa Gunung Semeru pada pukul 00.11 WIB mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar satu kilometer di atas puncak, yang berada pada ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut.

Menurut dia, erupsi berdurasi sekitar 6 menit itu terekam di seismogram memiliki amplitudo maksimum 33 mm. Kolom abunya teramati tebal kelabu dan condong ke arah selatan dan barat daya.

BACA JUGA: Gunung Dukono 2 Kali Erupsi Pagi Ini

"Sebaran abu mengarah ke selatan-barat daya," katanya.

Gunung Semeru pada Jumat (6/11) sore juga mengalami erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

BACA JUGA: Kebakaran Gunung Lawu Tinggal Satu Titik, Gubernur Luthfi Perintahkan Penyisiran

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho menyampaikan bahwa erupsi serta luncuran awan panas guguran itu tidak sampai berdampak signifikan terhadap aktivitas warga di lereng Semeru.

"Aktivitas warga berjalan lancar dan tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi disertai APG Semeru karena zona merah rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat," tuturnya.

Kendati demikian, BPBD Lumajang mengimbau warga sekitar Semeru tetap waspada.

Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat TNI dan Polri di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo juga siaga mengantisipasi aktivitas vulkanik gunung api itu.

Isnugroho menyampaikan bahwa Gunung Semeru statusnya Siaga (Level III). Warga dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas di area dalam radius 13 km dari puncak gunung, di sepanjang Besuk Kobokan.

Selain itu warga tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena luncuran awan panas dan aliran lahar berpeluang mencapai jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Isnugroho?.

BPDB mengimbau warga mewaspadai dampak luncuran awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, yang tingginya 3.676 meter di atas permukaan laut.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN dan BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian
• 15 jam lalupantau.com
thumb
PSM Makassar Fokus Perkuat Tim Jelang Hadapi Borneo FC di BRI Super League
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Liga Voli Korea, Sabtu 7 November: Megawati Hangestri Kembali ke Daejeon! Hyundai Hillstate Tantang Red Sparks
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Penghijauan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban Beri Manfaat Ekonomi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat Hari Ini, 28 Wilayah Indonesia Masuk Daftar
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.