Iran Bagikan Tablet Antiradiasi ke Warga, Antisipasi Serangan Nuklir AS

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Iran membagikan tablet yodium kepada warga yang tinggal di sekitar fasilitas nuklir untuk mengantisipasi risiko paparan radiasi jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru. Teheran juga merilis panduan bertahan hidup dari bencana nuklir di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran di Gunung Pickaxe.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Iran mengatakan pemerintah mendistribusikan tablet yodium kepada masyarakat yang tinggal dalam radius dua hingga tiga kilometer dari fasilitas nuklir.

"Ya, kami sedang mendistribusikan yodium. Selama setiap perang, kami telah berupaya mendistribusikannya dalam radius dua hingga tiga kilometer dari fasilitas nuklir," kata pejabat tersebut kepada The Times, dikutip dari The Sun, Sabtu (7/11).

Pemerintah Iran juga membagikan panduan melalui video di media sosial. Dalam video tersebut, warga diberikan tiga instruksi utama jika terjadi bencana nuklir, yakni masuk ke dalam ruangan, tetap berada di dalam ruangan, dan mengikuti informasi terbaru.

Peringatan dalam video itu menyebut serangan terhadap Gunung Pickaxe berpotensi melepaskan sejumlah besar tanah dan batuan radioaktif ke atmosfer.

Tablet yodium atau kalium iodida digunakan untuk melindungi kelenjar tiroid dari penyerapan yodium radioaktif. Namun, distribusi tablet tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah Iran terhadap kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklirnya.

Pejabat Kementerian Kesehatan Iran juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap ancaman Trump. "Trump tidak bisa lagi dipercaya. Dia mungkin akan melakukan kejahatan ini," ujarnya.

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe

Ancaman serangan terhadap Gunung Pickaxe kembali disampaikan Trump pada Selasa. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan AS telah membombardir berbagai potensi fasilitas nuklir Iran dan mempertimbangkan untuk menyerang lokasi tersebut.

"Sekarang kita mungkin harus mengejar Pickaxe, tapi itu bukan masalah besar. Kita bisa melakukannya hanya dalam satu jam, sesegera mungkin dan kapan pun kita mau," kata Trump.

Gunung Pickaxe merupakan lokasi fasilitas nuklir bawah tanah Iran yang berada lebih dari 300 kaki di bawah Gunung Kolang.

Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke terowongan jauh di dalam gunung tersebut. Informasi itu disampaikan sejumlah pejabat kepada The Wall Street Journal pada Juli.

Para ahli menilai fasilitas tersebut kemungkinan lebih terlindungi dibandingkan lokasi nuklir lain yang sebelumnya menjadi sasaran serangan AS dan Israel.

Di tengah ancaman Trump, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga membagikan video yang memperlihatkan terowongan bawah tanah berisi peluncur rudal melalui Telegram.

Iran Tinjau Proposal Negosiasi Nuklir dari Qatar

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan baru, Iran juga tengah meninjau proposal yang diajukan Qatar untuk membuka jalan bagi pembicaraan nuklir dengan AS.

Dikutip dari Associated Press (AP), dua pejabat pemerintah Timur Tengah mengatakan Iran sedang mempertimbangkan proposal mediator Qatar untuk mengatasi perbedaan antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran.

Proposal tersebut mencakup kesepakatan sementara yang dirancang untuk membangun kepercayaan selama dua hari sebelum kedua negara memulai pembicaraan lebih luas mengenai program nuklir Iran.

Pada tahap awal, proposal itu meminta AS mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan membebaskan sebagian dana Iran yang selama ini dibekukan. Sebagai imbalannya, Teheran akan mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengunjungi lokasi-lokasi yang sebelumnya dibom oleh AS dan Israel.

Pada hari kedua, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan yang dimodifikasi antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran tersebut.

Setelah langkah-langkah itu dijalankan, AS dan Iran diharapkan memulai pembicaraan lebih luas yang mencakup persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Teheran serta aspek lain dari program nuklirnya.

Meski demikian, salah satu pejabat yang dikutip AP mengatakan Iran belum bersedia bernegosiasi dengan pemerintahan Trump mengenai aktivitas nuklirnya sebelum AS menyetujui sejumlah tuntutan utama Teheran.

Tuntutan tersebut antara lain mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran, mencabut sanksi, mencairkan aset Iran, memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang, serta mengakhiri permusuhan di kawasan, termasuk operasi Israel di Lebanon.

AP menyebut proposal Qatar muncul di tengah meningkatnya komunikasi diplomatik antara Iran, Qatar, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah untuk meredakan ketegangan.

Trump juga mengakui bahwa komunikasi dengan Iran melalui para mediator masih berlangsung.

"Kami sedang berbicara dengan Iran. Kami telah melakukannya," kata Trump dikutip dari AP News, Sabtu (7/11).

Sementara itu, menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60%. Tingkat tersebut secara teknis sudah mendekati tingkat pengayaan uranium untuk senjata nuklir, yakni 90%.

Iran selama ini menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UB Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Salah Satunya Bahas Ketahanan Pangan Nasional
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Warning! Industri Petrokimia RI Terancam Banjir Produk Murah China
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Vincent Kompany Beri Kabar Positif, Bayern Optimis Sang Pelatih Segera Kembali
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka Bulan Ini, PPPK & Guru Honorer Berpeluang?
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Timnas Indonesia Dekati Hong Kong untuk Uji Coba di FIFA Matchday November 2026, tapi Belum Dapat Jawaban Pasti
• 20 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.