Moms, pernah menemukan bercak jamur pada roti di rumah? Sebagian orang mungkin memilih membuang bagian yang berjamur, lalu tetap mengonsumsi sisanya. Padahal, cara ini belum tentu aman bagi kesehatan.
Penelitian berjudul Mycotoxin Migration in Moldy Foods yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Food Science pada 2019 menjelaskan bahwa jamur dapat tumbuh menembus bagian dalam makanan, terutama yang bertekstur berpori seperti roti. Beberapa jenis jamur juga dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa beracun yang berpotensi mencemari makanan.
Alasan Roti Berjamur Harus Dibuang Seluruhnya1. Jamur Bisa Menyebar ke Bagian Dalam Roti
Bercak jamur yang terlihat di permukaan bukan berarti pertumbuhannya hanya terjadi di area tersebut saja, Moms. Jamur memiliki struktur seperti benang halus yang disebut miselium, yang dapat menembus bagian dalam roti.
Akibatnya, bagian yang terlihat bersih belum tentu bebas dari pertumbuhan jamur.
2. Ada Risiko Paparan Mikotoksin
Beberapa jenis jamur menghasilkan mikotoksin yang dapat membahayakan kesehatan jika masuk ke dalam tubuh. Senyawa ini juga tidak selalu bisa dikenali melalui warna, rasa, maupun aroma makanan.
3. Dipanggang Kembali Tidak Menjamin Aman
Memanggang roti yang sudah berjamur bukan solusi untuk menghilangkan kontaminasi. Sebab, beberapa jenis mikotoksin memiliki ketahanan terhadap panas sehingga tidak selalu hancur melalui proses pemanggangan biasa.
Karena itu, jika menemukan bercak jamur pada roti, sebaiknya buang seluruhnya, Moms. Jangan hanya memotong bagian yang berjamur atau memberikan sisa roti yang tampak bersih kepada anak.
Moms, meski sayang membuang makanan yang masih terlihat layak, keamanan pangan tetap perlu menjadi prioritas, ya. Apalagi, kita tidak selalu bisa mengetahui sejauh mana jamur telah tumbuh dan apakah makanan tersebut sudah terkontaminasi mikotoksin. Jadi, lebih baik tidak mengambil risiko demi menjaga kesehatan keluarga.





