JAKARTA - Pesawat Hercules C-130 bantuan Pemerintah Australia mulai diterjunkan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pada operasi hari pertama, Jumat (6/11/2026), pesawat tersebut melakukan tiga kali penjatuhan air (water bombing). Berdasarkan pemantauan udara, tim mendeteksi dua titik api (fire spot) yang berdekatan dengan permukiman warga, yang langsung dijadikan prioritas penanganan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa pemadaman udara dipusatkan pada area di sekitar pemukiman untuk mencegah dampak krisis yang lebih luas.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla, khususnya pada lokasi yang membutuhkan dukungan pemadaman melalui udara,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Berton menambahkan, pesawat membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk pengisian ulang air seusai menyelesaikan setiap sorti penerbangan. “Tercatat sebanyak tiga kali penjatuhan air telah dilakukan di wilayah Kota Samarinda,” katanya.
Baca Juga:Mutasi TNI, Letjen TNI Iwan Setiawan Jabat PangkostradSebelumnya, BNPB bersama Pemerintah Australia telah menyiapkan satu unit pesawat Hercules C-130 sebagai Large Air Tanker dan satu unit pesawat Cessna Citation sebagai pemandu. Operasi ini diperkuat 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS), termasuk pilot dan kru penerbangan.
“Pesawat Hercules C-130 yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut air hingga 15.000 liter dalam satu sorti dan direncanakan dapat terbang hingga enam sorti dalam sehari. Operasi bantuan udara ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November 2026,” papar Berton.
Ia memastikan BNPB terus berkoordinasi secara intensif dengan tim Australia dan unsur terkait. “Dukungan operasi udara ini menjadi bagian penting dari upaya penanganan karhutla, terutama untuk menjangkau titik-titik api di sekitar permukiman masyarakat,” pungkasnya.
#nasional




