JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah keterlibatannya dalam skandal penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menegaskan tudingan tersebut sebagai spekulasi yang tidak masuk akal sekaligus pembodohan publik.
Bahlil justru mengaku bahwa dirinya sendiri turut menjadi korban dari praktik penyadapan ilegal tersebut.
"Jadi ini mereka membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," tegas Bahlil dalam pidatonya pada Sabtu (7/11/2026).
Ia pun menyindir penyebar hoaks tersebut dengan istilah bahasa lokal Timur "abu leke" yang berarti omong kosong.
"Abu leke ini, asli abu leke. Ini asli ilmu abu leke ini. Ya, ini abu leke ini. Kreatif dikit gitu loh, kreatif dikit," sindir Bahlil.
Di balik tudingan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut mencium adanya upaya pihak luar yang gerah melihat elektabilitas partainya yang kini melesat ke posisi dua digit usai pemilu.
"Hati-hati kita Partai Golkar. Kita Partai Golkar ini sekarang lagi pada on the track-nya bagus. Konsolidasi kita bagus. Hasil survei sekarang biasanya pemilu baru selesai 2 tahun di 7-8%, sekarang double digit, di angka 10,5 sampai dengan 13%. Mereka sedang menguji kekompakan kita," ujarnya.




