Washington: Gubernur Florida Ron DeSantis dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk kembali maju dalam pemilihan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada 2028.
Namun, DeSantis membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang dibuat-buat.
Mengutip tiga orang yang mengetahui rencana politiknya, The Washington Post melaporkan pada Jumat, 6 November 2026, bahwa DeSantis mempertimbangkan kembali pencalonan presiden setelah Florida menjadi salah satu dari sedikit wilayah basis konservatif yang relatif mampu bertahan dari kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela pekan ini.
Menurut laporan tersebut, DeSantis telah menghubungi setidaknya satu konsultan politik nasional untuk membahas kemungkinan bergabung dengan tim kampanye. Informasi itu disampaikan oleh seseorang yang dekat dengan DeSantis dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Komite aksi politik super (super PAC) federal yang mendukung DeSantis juga mengirimkan pesan penggalangan dana pada pekan ini. The Washington Post menyebut langkah tersebut sebagai salah satu indikasi kemungkinan pencalonannya.
Namun, DeSantis membantah laporan itu melalui unggahan di platform media sosial X.
“The Washington Post mengarang cerita ini dari awal hingga akhir. Saya tidak menghubungi siapa pun untuk membahas pencalonan dalam jabatan apa pun. Ini hanya upaya menyedihkan lainnya untuk mengumpulkan klik,” tulis DeSantis.
Ia juga mempersoalkan penggunaan sumber anonim dalam laporan tersebut.
The Washington Post menyatakan telah memperbarui artikelnya setelah diterbitkan dengan memasukkan bantahan dari DeSantis. Pencalonan DeSantis Sementara itu, donor politik Dan Eberhart, yang mendukung pencalonan DeSantis pada 2024, mengatakan keberhasilan Florida bertahan dari gelombang kemenangan Demokrat dapat meningkatkan posisi politik gubernur tersebut.
“Karena Florida tidak ditembus gelombang biru, DeSantis memiliki kredibilitas lebih besar dibandingkan hampir semua tokoh lain pada tahap awal pemilihan pendahuluan 2028,” kata Eberhart kepada surat kabar tersebut.
Dalam konferensi pers, DeSantis menggambarkan hasil pemilu sela sebagai “peristiwa yang hampir memusnahkan Partai Republik."
“Ini setara dengan hantaman meteor dalam politik yang melanda seluruh Amerika Serikat, baik negara bagian biru, negara bagian merah, maupun wilayah di antaranya,” ujarnya.
Hasil pemilu sela tersebut juga menggoyahkan anggapan bahwa Wakil Presiden JD Vance merupakan penerus utama Presiden Donald Trump dan kandidat terdepan Partai Republik untuk pemilihan presiden 2028, menurut laporan The Washington Post.
Surat kabar tersebut mencatat DeSantis belakangan tampil dalam sejumlah wawancara media nasional, termasuk di Fox News. Dalam kesempatan itu, ia berupaya menampilkan diri sebagai alternatif dari politik Trump.
DeSantis juga berusaha membangun profil politik melalui isu kecerdasan buatan (AI). Ia antara lain dikenal sebagai salah satu penentang utama pembangunan pusat data di Florida.
Pada pemilihan pendahuluan Partai Republik 2024, DeSantis mengakhiri kampanyenya sesaat sebelum pemungutan suara di New Hampshire. Sebelumnya, ia menempati posisi kedua dalam kaukus Iowa dengan perolehan 21,3 persen suara, jauh di bawah Trump yang meraih lebih dari 50 persen.
Baca juga: Kekalahan Republik Diprediksi, Penasihat Trump Sempat Ingin Cari Suaka di Israel




