Jakarta: Cegukan bisa muncul secara tiba-tiba saat sedang makan, berbicara, atau melakukan aktivitas lainnya. Suara 'hik' yang berulang terkadang terasa mengganggu, tetapi dalam kebanyakan kasus, cegukan merupakan kondisi sementara yang dapat hilang dengan sendirinya.
Cegukan terjadi ketika diafragma, yaitu otot yang berada di bawah paru-paru dan berperan penting dalam proses pernapasan, mengalami kontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Setelah diafragma berkontraksi, pita suara menutup dengan cepat. Proses inilah yang menghasilkan suara khas 'hik' saat cegukan.
Baca Juga :
Tips Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan-Tips KesehatanSelain itu, perubahan suhu secara mendadak serta kondisi emosional seperti stres, tertawa, atau terlalu bersemangat juga dapat menyebabkan seseorang mengalami cegukan. Namun, pemicu cegukan dapat berbeda pada setiap orang.
Baca Juga :
Kinesin dan Dynein, Rahasia Transportasi di Dalam Tubuh Manusia-Tips KesehatanSaat cegukan terjadi, ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba untuk membantu meredakannya. Salah satunya dengan menahan napas selama sekitar 10 hingga 20 detik, kemudian mengembuskannya secara perlahan. Cara ini dapat meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah dan membantu diafragma kembali rileks.
Minum air putih secara perlahan dengan tegukan kecil juga dapat dicoba. Selain membantu mengatur pola pernapasan, aktivitas menelan dapat merangsang saraf yang berperan dalam mengatur diafragma.
Sebagian besar cegukan akan berhenti dalam beberapa menit tanpa memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika cegukan berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas seperti makan, tidur, dan berbicara, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan ke dokter. (Titik Nurmalasari)




