jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Jakarta Raya (PAPDI JAYA) sukses menyelenggarakan Resital Musik dan Pameran Fotografi Amal bertajuk “Harmoni untuk Nusantara – Untaian Karya dalam Nada dan Lensa”, baru-baru ini di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan.
Ketua PAPDI JAYA dr. Muhadi, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, M.Epid menyampaikan berbekal semangat “Dokter Menyapa Lewat Nada, Menyentuh Lewat Karya”, acara tersebut menjadi ruang perjumpaan antara dunia kedokteran, seni, dan kepedulian sosial.
BACA JUGA: 100 Musisi Gelar Konser Amal, Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera
Para dokter ingin menyampaikan pesan melalui alunan musik dan karya fotografi.
“Pengabdian seorang dokter tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap dr. Muhadi.
BACA JUGA: Sound for Humanity, Konser Amal dari Jatinangor untuk Perdamaian Dunia
Dia juga menegaskan semangat kemanusiaan merupakan bagian penting dari pengabdian profesi kedokteran.
“Sebagai dokter, kita terbiasa menyentuh kehidupan melalui pelayanan dan tindakan medis. Namun, kepedulian dapat hadir dalam berbagai bentuk,” jelas dia.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat disampaikan melalui berbagai cara, termasuk melalui nada dan karya seni.”
Seni dan Wujud Kepedulian
Bagi PAPDI JAYA, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan seni.
Harmoni untuk Nusantara merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperluas kontribusi sosial para dokter spesialis penyakit dalam melalui kegiatan yang inklusif, kreatif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Acara tersebut menghadirkan pengalaman seni yang memadukan pertunjukan musik dengan pameran fotografi.
Kedua media tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan cerita, menghadirkan keindahan, serta membangun empati dan solidaritas sosial.
Sebanyak 25 foto karya dokter spesialis penyakit dalam yang terkumpul menggambarkan keindahan alam dan keanekaragaman budaya Indonesia. Hingga saat ini foto yang ditampilkan masih dapat dibeli.
Pada resital, ditampilkan alunan musik yang indah, mulai dari musik klasik, akustik, pop, jazz, soul, hingga musik tradisional Indonesia.
Penonton dapat menikmati beragam suara dari berbagai alat musik yang dimainkan: piano, keyboard, biola, cello, gitar, bass, contrabass, saxophone (termasuk saxophone digital), harmonica, flute, clarinet, drum, dan gamelan Bali.
Tidak hanya itu, acara juga diselingi dengan seni tari melalui tarian khas Betawi ‘Nandak Ganjen’ dan cuplikan tari Bali ‘Legong Bapang’ yang semakin memeriahkan acara.
Mempererat Kebersamaan dan Kolaborasi
Penyelenggaraan Harmoni untuk Nusantara yang diketuai dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, SpPD, K-Ger, FINASIM ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi di antara dokter spesialis penyakit dalam anggota PAPDI JAYA, dokter lintas disiplin, rekan-rekan dari berbagai profesi, mitra, serta para pemangku kepentingan.
Adapun acara ini turut disponsori oleh Beyoutiful Aesthetic dan Hermina Hospitals.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen PAPDI JAYA untuk terus mengembangkan peran organisasi, tidak hanya dalam peningkatan kompetensi profesional dan pelayanan kesehatan,” ungkap dr. Anastasia.
Dia juga menambahkan melalui Harmoni untuk Nusantara – Untaian Karya dalam Nada dan Lensa, hasil keuntungan yang diperoleh akan didedikasikan untuk mendukung program pengabdian sosial PAPDI JAYA.
“Dengan demikian, setiap partisipasi dalam acara ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas dr. Anastasia.
Kegiatan resital ini merupakan acara tahunan PAPDI JAYA yang sudah diselenggarakan sejak 2024.
Pada 2024 dan 2025, hasil keuntungan kegiatan resital disalurkan dalam bentuk donasi, pelatihan caregiver, dan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan.(era/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




