PLTS Bantuan Unibos Beroperasi, Guru SMPN 1 Liukang Tupabbiring Hasilkan 30 Aplikasi Belajar Offline

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Bosowa (Unibos) di UPT SMP Negeri 1 Liukang Tupabbiring, Pulau Balang Lompo, Kabupaten Pangkep, kini sudah beroperasi dan dipakai dalam kegiatan belajar di sekolah.

Bersamaan dengan itu, 30 aplikasi pembelajaran yang dapat dijalankan tanpa jaringan internet, hasil pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru setempat, kini sudah digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Dua capaian itu menandai tuntasnya rangkaian PKM yang dimulai dengan sosialisasi pada 25 Mei 2026, dilanjutkan pelatihan dan pendampingan guru di sekolah pada 6–10 Juni 2026, lalu pendampingan jarak jauh melalui grup WhatsApp hingga Oktober 2026. Pada 4–5 November 2026, tim PKM kembali ke sekolah untuk menyerahkan sertifikat kepada peserta sekaligus memantau pemanfaatan PLTS dan aplikasi, termasuk kendala yang masih dihadapi guru.

Selama ini, listrik di Pulau Balang Lompo kerap padam pada siang hari, bertepatan dengan jam pelajaran. Setiap kali itu terjadi, laptop guru tidak bisa diisi dayanya dan jaringan internet sekolah ikut mati. Dengan adanya PLTS, guru tetap dapat menyalakan perangkat internet dan mengisi daya laptop dari tenaga surya meskipun listrik di pulau sedang padam. Pengoperasian PLTS itu kini sepenuhnya ditangani guru secara mandiri, mulai dari menyalakan sistem, memantau daya, hingga perawatan dasar panel surya.

“Yang menjadi kendala kami adalah listrik. Alhamdulillah, Bosowa menjemput itu dengan kegiatan PKM-nya, memberikan bantuan listrik tenaga surya yang sangat cocok dikembangkan di kepulauan. Ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama pada proses pembelajaran di siang hari,” kata Kepala UPT SMP Negeri 1 Liukang Tupabbiring, Muh. Rusdi Saleh, S.Pd.

Adapun 30 aplikasi yang dihasilkan mencakup lima mata pelajaran, yakni Matematika (10 aplikasi), Bahasa Inggris (8), Pendidikan Pancasila (4), Bahasa Indonesia (4), dan Pendidikan Agama (4). Setiap aplikasi memuat materi bergambar, kuis, soal esai, dan permainan menyusun urutan. Seluruhnya disimpan di perangkat sekolah, dibuka melalui peramban, dan bisa ditayangkan lewat Smart TV di kelas tanpa koneksi internet.

Ketua tim PKM Unibos, Dr. Restu Januarty Hamid, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan hasil yang paling penting dari program ini justru kemampuan guru. Menurut dia, guru kini sudah bisa membuat aplikasi belajar interaktif sendiri, termasuk ketika jaringan sedang tidak stabil atau sama sekali tidak ada.

“Sinyal di pulau memang sering hilang. Tapi guru-guru di sini sudah bisa membuat media belajar sendiri tanpa harus menunggu internet. Itu yang kami harapkan sejak awal,” ujar dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Program bertema “Penerapan Teknologi Energi Mandiri untuk Mengatasi Keterbatasan Listrik dan Mendukung Transformasi Digital Sekolah” ini dibiayai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2026. Dalam pelaksanaannya, tim yang diketuai Restu ini beranggotakan Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Sri Rahmadhanningsih, S.Pd., M.Si.P., dari Program Studi Pendidikan Matematika, serta melibatkan mahasiswa Unibos. (uca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Ria Ricis saat Memberikan Bantuan ke Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bachtiar Nasir: Aksi Pengkhianatan | SAPA MALAM
• 26 menit lalukompas.tv
thumb
Adu Analisa! Selamat, David-Said Soal Penyadapan Listyo Sigit: Prabowo Jadi Sasaran, Gibran Tidak?
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Haji Isam Gadai Saham JARR dan PGUN ke Bank Mandiri, OJK Beberkan Aturan Mainnya
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Memancarkan Aura Baddie lewat Koleksi Perhiasan Passion Jewelry & Cinta Laura
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.