JAKARTA – PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) membukukan laba bersih Rp157,91 miliar hingga September 2026, tumbuh 25,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp126,08 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penyaluran kredit dan pendapatan bunga bersih.
Hingga akhir September 2026, kredit yang disalurkan Krom Bank mencapai Rp11,66 triliun atau tumbuh 46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp7,96 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Kredit UMKM Tumbuh Tipis, Ekonom Minta Bank Ubah Cara Menilai Debitur
OJK Dorong Bank Jadikan DHE SDA sebagai Agunan Kredit
Ekonom Ungkap Alasan Kredit Korporasi Lebih Diminati Bank Dibanding UMKM
Pendapatan bunga bersih meningkat 67 persen secara tahunan menjadi Rp2,13 triliun dari Rp1,27 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp202,44 miliar, naik 25 persen dibandingkan Rp161,64 miliar pada September 2025.
Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, perseroan akan menjaga pertumbuhan bisnis dengan memperhatikan tata kelola risiko dan kualitas aset.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa cepat pertumbuhan dicapai, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) Krom Bank mencapai Rp13,43 triliun atau tumbuh 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,97 triliun. Total aset perseroan juga meningkat 65 persen menjadi Rp17,64 triliun dari Rp10,67 triliun.
Dana murah atau current account savings account (CASA) turut mencatat pertumbuhan. Hingga September 2026, CASA Krom Bank mencapai Rp3,07 triliun, melonjak 120 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,37 triliun.
Anton mengatakan, perseroan mengembangkan produk dan layanan untuk memperluas basis nasabah sekaligus menghimpun dana murah. Salah satunya melalui peluncuran kartu debit secara bertahap yang ditargetkan dapat diakses seluruh nasabah dalam waktu dekat.
Selain itu, Krom Bank menawarkan sejumlah produk simpanan, antara lain Krom Flex dengan bunga 6,5 hingga 7,5 persen per tahun dan Krom Max dengan bunga hingga 8 persen per tahun. Perseroan juga menghadirkan program bonus Ajak Teman dengan penawaran bunga hingga 20 persen per tahun.
Dari sisi permodalan, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Krom Bank tercatat 36,52 persen. Rasio kecukupan modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET 1) dan Tier 1 masing-masing berada di level 48,40 persen.
Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) tercatat 86,82 persen. Anton mengatakan, perseroan akan menjaga kecukupan modal dan likuiditas dengan menerapkan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika industri perbankan.