JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan kritik pedas terhadap Israel yang dinilai semakin berani mengusir warga Palestina dari tanah leluhur mereka, sementara kekerasan di Jalur Gaza masih terus berlangsung.
Tak hanya mengecam Israel, Erdogan juga menyindir negara-negara dan lembaga internasional yang dinilainya gagal menunjukkan keberanian untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Palestina.
Bahkan, ia menggunakan istilah 'macan kertas' untuk menggambarkan pihak-pihak yang terlihat garang ketika berhadapan dengan Turki, tetapi justru tidak berdaya saat menghadapi pihak yang dituding melakukan genosida.
Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan Erdogan ketika membuka acara TRT World Forum 2026 di Istanbul, Turki, Jumat, 6 November 2026. Dalam forum tersebut, Erdogan menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina tidak boleh terus dibiarkan di tengah sikap diam komunitas internasional.
"Terorisme pendudukan (Israel), yang berusaha untuk menggusur orang Palestina secara paksa dari Tanah Air leluhur mereka, semakin berani dari hari ke hari di bawah tatapan acuh tak acuh dunia modern," kata Erdogan, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Menurut Erdogan, tindakan Israel terhadap Palestina bukan sekadar persoalan konflik wilayah. Lebih dari itu, situasi tersebut menyangkut hak masyarakat Palestina untuk mempertahankan tanah leluhur, keselamatan keluarga, serta masa depan generasi mereka.
BACA JUGA:Normalisasi Hubungan Gagal! Arab Saudi Pasang Syarat Keras ke Israel: Netanyahu Harus Lengser!
Dalam pidatonya, Erdogan juga mempertanyakan peran lembaga-lembaga internasional yang selama ini memiliki mandat menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas dunia.
Ia menilai lembaga tersebut belum mampu memberikan respons yang memadai ketika berbagai tragedi kemanusiaan terjadi di Jalur Gaza.
Menurut Erdogan, dunia internasional seolah hanya menjadi penonton ketika penderitaan warga sipil semakin parah. Berbagai pernyataan keprihatinan dinilai belum cukup untuk menghentikan kekerasan.
Ia bahkan mengingatkan bahwa sikap pasif seperti itu pernah terlihat dalam sejumlah tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk Rwanda dan Srebrenica.
"Mereka tidak melakukan tindakan apa pun selain menyaksikan tragedi kemanusiaan dengan rasa prihatin atau sekadar menyuarakan keprihatinan atas peristiwa tersebut," ujar Erdogan.
Pernyataan tersebut menjadi kritik keras terhadap sistem internasional yang dinilai belum mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sipil di wilayah konflik.
Bagi Erdogan, perdamaian tidak cukup hanya dibicarakan dalam pertemuan diplomatik. Negara-negara dunia harus memiliki keberanian mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan dan memastikan perlindungan terhadap warga yang tidak terlibat dalam peperangan.
BACA JUGA:Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Justru Girang! Ini Keuntungan Besar Timnas Indonesia
- 1
- 2
- 3
- »





