BEI Ungkap Masih Punya 9 Perusahaan Antre IPO, Ini Sebaran Sektor dan Asetnya

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak sembilan perusahaan masih berada dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga 6 November 2026. Dari jumlah tersebut, sektor kesehatan menjadi penyumbang calon emiten terbanyak.

"Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," tulis laporan BEI, Sabtu (7/11/2026). 

Berdasarkan data pipeline BEI per 6 November 2026, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor kesehatan (healthcare), disusul sektor bahan baku (basic materials) dan energi yang masing-masing menyumbang dua perusahaan. Sementara itu, satu perusahaan lainnya berasal dari sektor keuangan (financials).

Dari sisi skala aset, mayoritas calon emiten merupakan perusahaan beraset menengah. Tercatat lima perusahaan memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan tiga perusahaan masuk kategori aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Adapun satu perusahaan lainnya tergolong memiliki aset skala kecil, yakni di bawah Rp50 miliar. Pengelompokan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Sementara itu, aktivitas pencatatan saham sepanjang tahun ini masih berlangsung. Hingga 7 November 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

"Sampai dengan 06 November 2026 telah tercatat 7 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 2,16 Triliun," tulis laporan tersebut.  

Baca Juga: BEI Bongkar Peta Transaksi CASA, FUJI, dan NSSS, Angkanya Bikin Melongo

Baca Juga: Lepas 1,67 Miliar Saham, IPO ANDA Targetkan Dana Segar Rp316,76 Miliar

Selain IPO, BEI mencatat aktivitas penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp157,73 triliun, yang berasal dari 156 emisi oleh 67 penerbit. Masih terdapat 29 emisi dari 19 penerbit EBUS dalam pipeline, dengan sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbanyak, yakni lima perusahaan.

Di sisi aksi korporasi, sebanyak 16 perusahaan tercatat telah melaksanakan rights issue dengan total nilai Rp37,35 triliun hingga 6 November 2026. BEI juga mencatat satu perusahaan dari sektor properti dan real estat masih berada dalam pipeline rights issue.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uni Eropa Diminta Terlibat dalam Kesepakatan Damai di Tengah Ketegangan Perang Rusia-Ukraina
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Normalisasi Hubungan Gagal! Arab Saudi Pasang Syarat Keras ke Israel: Netanyahu Harus Lengser!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menteri PPPA Soroti Perlindungan Perempuan
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kepala BNPB dan Kasad Beri Penghormatan Terakhir untuk Sertu Anumerta Heri Prasetyo di Trenggalek
• 2 menit laluokezone.com
thumb
Persoalan Serius, Pengusutan Penyadapan Ilegal Mesti Ungkap Aktor Intelektual
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.