Pria Bersenjata Ditangkap di Dekat Gedung Putih, Mengaku Ingin Bunuh Trump

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Amerika, VIVA -Seorang pria asal Venezuela ditangkap pada Kamis (5/11/2026) di dekat Gedung Putih usai diketahui membawa sejumlah senjata api di dalam kendaraannya. Pria tersebut juga mengaku kepada petugas bahwa suara-suara di dalam kepalanya menyuruhnya membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menurut keterangan pemerintah federal.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengatakan, pria bernama Ronny Yordrix Guanipa Chrinos itu awalnya didekati oleh petugas Dinas Rahasia AS (Secret Service) karena diduga menunjukkan perilaku mencurigakan saat memarkir kendaraannya di Constitution Avenue.

Baca Juga :
Israel Terancam Kehilangan Rp68 Triliun, Herzog Kaget dengan Keputusan Trump.
Setelah Netanyahu, Kelompok HAM Desak ICC Ajukan Surat Penangkapan Trump

"Saat petugas menghampiri tersangka, dia mengatakan mendengar suara-suara di dalam kepalanya yang menyuruhnya datang ke Washington DC dan membunuh Presiden Trump," demikian pernyataan DHS dikutip dari laman NBC News, Sabtu (7/11/2026).

Menurut DHS, Chrinos berada di AS secara ilegal dan menggunakan kendaraan yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ia juga memberi tahu petugas bahwa terdapat senjata di dalam kendaraan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan senapan jenis AR-15, pistol MAC-10, pistol Glock 43X, serta sejumlah amunisi.

Dalam dokumen pernyataan tertulis seorang petugas kepolisian Secret Service yang diajukan ke pengadilan, disebutkan bahwa Chrinos, 26 tahun, sedang tertidur di dalam sebuah mobil pikap Ford F-150 berwarna biru yang terparkir. Ia kemudian dibangunkan dan dihampiri petugas sekitar pukul 23.42 waktu setempat pada Kamis.

Awalnya, petugas mendatangi Chrinos untuk memastikan kondisinya. Namun, melalui aplikasi Google Translate, ia mengatakan memiliki sejumlah senjata yang ingin diserahkan kepada pemerintah.

Dalam dokumen tersebut, Chrinos juga disebut menyampaikan pesan melalui aplikasi itu.

"Saya memiliki barang yang membuat mereka ingin membunuh saya, beserta pakaian yang diperlukan. Jika kalian mau, saya bisa menyerahkannya tanpa melakukan perlawanan. Saya memiliki senjata itu karena mereka mencoba membunuh saya menggunakan senjata tersebut. Saya harus mengambilnya dari mereka. Senjata itu ada di dalam tas berwarna cokelat," kata Chrinos.

Menurut dokumen pengadilan, Chrinos mengatakan kepada penyidik bahwa mobil pikap tersebut milik atasannya yang meminjamkannya kepadanya. Ia juga mengaku membeli senjata-senjata tersebut sekitar sebulan sebelumnya dan selama ini tinggal di dalam kendaraan itu.

Baca Juga :
Disebut Jihadis oleh Trump, Abdul El-Sayed Beri Balasan Menohok
Meski Kalah Telak dalam Pemilu, Donald Trump Isyaratkan Pertahankan Kebijakan Tarif
Sehari Setelah Pemilu, Kongres AS Berencana Makzulkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kontak Tembak di Yahukimo, Pasukan Gabungan TNI Sita Tujuh Senjata KKB
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Pemerintah Siapkan Pengaturan Khusus Jabatan Tertentu pada Seleksi CPNS 2026, Afirmasi Usia PPPK?
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Video: Dorong Ekonomi Lewat Reindustrialisasi, Regulasi Dipermudah
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
7 gejala menopause yang sering tidak disadari perempuan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Atlet Muda Shidokan Indonesia Torehkan Pencapaian Apik di Kejuaraan Dunia Karate Jepang
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.