Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang pelatih lari menjadi perbincangan di media sosial Threads. Di tengah ramainya pengakuan sejumlah perempuan yang mengaku menjadi korban, seorang perempuan turut membagikan pengalaman pribadinya saat pernah mengenal sosok tersebut pada 2018 lalu.
Kepada kumparan melalui pesan langsung (direct message/DM), perempuan itu menjelaskan bahwa pengalamannya berbeda dengan dugaan kasus yang kini mencuat. Ia mengaku pertama kali mengenal terduga pelaku melalui aplikasi kencan (dating app) pada akhir 2018, bukan melalui hubungan profesional sebagai pelatih dan klien.
Ia mengatakan, dirinya membagikan pengalaman tersebut di Threads karena terkejut mengetahui dugaan pelecehan seksual yang kini disebut melibatkan klien terduga pelaku.
"Saya membagikan pengalaman saya di Threads karena cukup terkejut ketika mengetahui kasus ini, terutama karena sekarang dugaan pelecehan tersebut melibatkan kliennya sendiri," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11). kumparan diberikan izin untuk mengutipnya.
Perempuan tersebut mengaku mereka sama-sama bekerja sebagai pelatih di industri kebugaran sejak 2018. Namun, keduanya hanya pernah bertemu satu kali. Ia mengaku merasa tidak nyaman saat itu sehingga memilih menghindari pertemuan berikutnya.
"Alhamdulilah, dalam kasus saya, dia 'hanya' mencoba dan saya berhasil menghindari situasi tersebut dengan selamat," katanya.
Ia juga menyebut terduga pelaku sempat mengganti akun Instagram pada awal 2019. Setelah perubahan akun tersebut, ia mengaku tidak lagi mengikuti akun baru yang bersangkutan.
Meski memiliki pengalaman pribadi dengan sosok tersebut, perempuan itu menegaskan tidak bermaksud menyamakan pengalamannya dengan apa yang dialami perempuan-perempuan lain yang kini mengaku menjadi korban.
"Saya sadar pengalaman saya tidak sebanding dengan apa yang dialami para korban lainnya, dan saya sangat prihatin dengan apa yang mereka alami," tuturnya.
Ia menjelaskan, unggahannya di media sosial semata-mata bertujuan menceritakan pengalaman ketika pertama kali mengenal terduga pelaku. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi informasi tambahan dalam pemberitaan, sekaligus membantu pengungkapan kasus tersebut.
Sebagai sesama pekerja di industri kebugaran, ia mengaku semakin terkejut ketika mengetahui dugaan pelecehan seksual tersebut disebut melibatkan klien terduga pelaku.
"Saya lebih kaget karena korbannya sekarang mostly klien ya, saya pikir karena kami kenal di aplikasi ya, jadi dia begitu ya," ungkapnya.
Menurut dia, hubungan profesional antara pelatih dan klien semestinya dibangun dengan batasan yang jelas serta rasa aman. Karena itu, dugaan pelecehan dalam relasi tersebut menjadi hal yang mengejutkan baginya.
Ia berharap kasus ini dapat ditangani dengan baik dan para perempuan yang mengaku menjadi korban mendapatkan keadilan.
kumparan sudah menghubungi terduga pelaku untuk meminta klarifikasi terkait kasus ini, namun belum mendapatkan jawaban.





