Pemerintah Genjot Investasi dan Hilirisasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas, 5,49 Juta Pekerja Terserap

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah memperkuat investasi dan hilirisasi industri untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta memperluas kesempatan kerja masyarakat di berbagai daerah melalui transformasi ekonomi nasional.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan investasi menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang kerja baru.

"Investasi dan hilirisasi diharapkan terus memperkuat basis industri, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta membuka kesempatan kerja di berbagai daerah," kata Dradjad dalam program CNBC Indonesia Power Lunch yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Dradjad, perubahan struktur ekonomi nasional harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Investasi Serap 5,49 Juta Tenaga Kerja

Dradjad mengungkapkan realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan mencapai Rp3.923,2 triliun.

Investasi tersebut berhasil menyerap sekitar 5,49 juta tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan pemerataan karena sekitar 51,8 persen berada di luar Pulau Jawa sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan perubahan struktur ekonomi perlu diikuti peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pemerintah menyiapkan program magang bagi 150 ribu peserta dan pendidikan vokasi hingga 300 ribu peserta pada 2027.

Pemerintah juga memberikan insentif berupa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta.

Kebijakan insentif pajak tersebut direncanakan diperluas ke seluruh sektor pada 2027.

Selain itu, pemerintah memberikan diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Berbagai kebijakan tersebut diharapkan membantu masyarakat menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja sekaligus menjaga daya beli rumah tangga.

Pariwisata Berpotensi Buka Lapangan Kerja Baru

Selain industri dan hilirisasi, Dradjad menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi sumber lapangan kerja formal baru.

Namun, pengembangan sektor tersebut perlu didukung peningkatan keterampilan tenaga kerja, inovasi, serta penciptaan produk wisata yang memiliki daya tarik dan karakter tersendiri.

Pengalaman sejumlah destinasi menunjukkan daya tarik pariwisata tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga kreativitas dalam desain, pengemasan produk, dan promosi.

"Penguatan sektor ini juga dapat membuka peluang bagi tenaga kerja dan pelaku ekonomi kreatif," katanya.

Pemerintah berharap penguatan investasi, hilirisasi, pendidikan vokasi, dan sektor pariwisata dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Puji Langkah RI Desak Rusia Hentikan Perekrutan WNI jadi Tentara Bayaran
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Deltras FC U-16 Putus Tren Positif PSM U-16
• 9 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Serangan Udara Hantam Pasar di Yaman, 20 Orang Tewas dan Belasan Terluka
• 52 menit lalumetrotvnews.com
thumb
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Juara Umum OASE III PTKIN 2026, Ungguli 54 Kampus dalam Kompetisi Sains dan Riset Nasional
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhub Perkuat Perekrutan dan Perlindungan Pelaut Indonesia di Singapura, Ribuan Pekerja Maritim Jadi Perhatian
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.