KAI Commuter pastikan layanan operasional optimal di semua lintas

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - KAI Commuter memastikan layanan operasional tetap optimal di seluruh lintas melalui pengoperasian 89 rangkaian untuk 1.065 perjalanan harian guna mengakomodasi peningkatan mobilitas pengguna, terutama selama jam sibuk.

"KAI Commuter mengoptimalkan pengoperasian 89 rangkaian kereta untuk 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja di seluruh lintas," kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia menegaskan optimalisasi itu bertujuan menjaga headway perjalanan Commuter Line di masing-masing lintas operasional. Langkah itu dilakukan untuk dapat mengakomodasi mobilitas masyarakat dari area penyangga khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.

KAI Commuter mencatat mobilitas pengguna Commuter Line saat ini dari area penyangga menunjukkan peningkatan. Selama periode Januari hingga Oktober 2026 total pengguna mencapai 303.792.024 orang.

"Menjaga konsistensi headway dan melakukan rekayasa pola peredaran rangkaian kereta merupakan strategi dalam melayani pengguna Commuter Line,” ujar Purnomo.

Ia juga menyampaikan pihaknya menerapkan pengaturan pola peredaran sarana yang adaptif di lapangan.

KAI Commuter melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line saat ini dengan mengoperasikan SF8, SF10, dan SF12 di setiap lintas layanan.

Pengaturan pola peredaran sarana itu dilakukan dengan menyesuaikan okupansi pengguna lintas khususnya pada jam sibuk.

"KAI Commuter sudah mencermati kebutuhan masyarakat, sehingga bisa mengambil langkah diperlukan, sebagai solusi," tuturnya.

Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 22 trainset dengan susunan 8 kereta (SF8), 34 trainset dengan SF10, dan 33 trainset dengan SF12 di seluruh lintas. Kendati demikian, peredaran sarana tersebut masih terus dioptimalkan guna melayani pengguna yang mobilitasnya terus meningkat setiap tahun.

Pada Oktober 2026, KAI Commuter mencatatkan volume pengguna sebanyak 32.312.018 orang, meningkat 1,68 persen dibandingkan periode Oktober 2025 yang sebanyak 31.776.933 pengguna.

Data itu menjadi acuan KAI Commuter dalam melihat tingginya kebutuhan publik atas moda transportasi itu dan mempersiapkan apa saja yang dapat membantu pelayanan agar layanan semakin optimal.

Berdasarkan data statistik per bulan volume pengguna Commuter Line, dari Januari hingga Oktober tercatat sebanyak 303,79 juta orang, angka ini naik/turun 5,7 persen dari tahun sebelumnya di angka 287,29 juta orang.

Peningkatan juga terjadi di masing-masing lintas Commuter Line, Januari-Oktober volume lintas Bogor diangka 133,78 Juta orang naik 4,8 persen dari tahun sebelumnya, lintas Cikarang di angka 74,88 juta orang naik 6,1 persen.

Sedangkan pada lintas Rangkasbitung tercatat sebanyak 68,09 juta orang atau naik 6,7 persen dari tahun lalu, dan pada lintas Tangerang sebanyak 24 juta atau naik 7,1 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk menjawab kebutuhan mobilitas tersebut, PT KAI (Persero) bersama KAI Commuter kini fokus melakukan percepatan pengadaan sarana Commuter Line guna menambah kapasitas angkut.

“KAI Commuter mendukung dan akan terus berkordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya,” ucap Purnomo.

Sementara itu, proses percepatan pengiriman delapan trainset sisa dari 16 pengadaan trainset tahap awal terus dikoordinasikan dengan PT INKA, yang ditargetkan tiba pada 2027.

Sebelumnya, hingga Oktober 2026, sebanyak delapan trainset telah dikirimkan. Tujuh di antaranya sudah beroperasi melayani pengguna dan sisanya masih tahap uji coba operasi.

KAI juga merencanakan pengadaan 23 trainset baru berkonfigurasi SF12 dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Angka tersebut mencakup 8 trainset yang menjadi kebutuhan pemenuhan sarana dengan skema pembiayaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kehadiran sarana baru ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan serta kenyamanan perjalanan pengguna secara signifikan," kata dia.

Sesuai dengan pernyataan Direktur Utama PT KAI, lanjut Purnomo, peningkatan prasarana perkeretaapian untuk mendukung operasional train set SF12 juga terus dikebut. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas daya listrik pada layanan Green Line (Lintas Rangkasbitung).

Upaya ini krusial agar target pengoperasian 23 trainset baru tersebut dapat berjalan optimal di lintas tersebut, sekaligus mendongkrak kapasitas angkut di seluruh lintas layanan secara merata.

KAI Commuter juga tetap fokus dalam peningkatan keselamatan dengan mengoptimalkan perawatan semua sarana yang ada agar tetap dapat beroperasi untuk pemenuhan kebutuhan perjalanan Commuter Line setiap harinya.

Purnomo juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama masa transisi pengaturan pola peredaran sarana ini.

"Upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga konsistensi headway dalam layanan perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk," katanya.

Baca juga: Dirut KAI Kawal Uji Coba KRL INKA Rangkaian Kedelapan, Pastikan Kesiapan Layanan Commuter Line

Baca juga: KAI Commuter kecam aksi pelemparan kereta di perlintasan Bekasi-Kranji


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Toyota Astra Financial Service Buka Lowongan Kerja Posisi Akuntan, Simak Cara Daftarnya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Urai Kemacetan, Jalur Puncak Bogor Bakal Dibangun Jalan Sodetan pada 2027
• 4 jam laludisway.id
thumb
Persebaya Tantang Persija, Tavares Waspadai Kekuatan Macan Kemayoran
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rakor Percepatan Perlinsos Digital se-Indonesia, Gus Ipul: Bangunkan Agen, Gerakkan ASN Pemda
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.