Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa gerakan kepemudaan di Indonesia tidak boleh sekadar menjadi slogan atau lip service.
Menurutnya, pemuda harus mengambil peran nyata sebagai penggerak dalam menjaga kebhinekaan serta memastikan bangsa Indonesia terus tumbuh dan berkembang.
dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) periode 2026-2028 di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (5/11/2026).
"Bagaimana kita sebagai bangsa bisa saling mengisi, pergerakan kepemudaan di Indonesia jangan lagi hanya lip service, tetapi harus menjadi core untuk memastikan bangsa kita tumbuh dan berkembang," kata Erick.
Erick menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam membangun semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa. Gerakan pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Hikmahbudhi, Agustina, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kemenpora, dalam mencetak generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global.
"Saya harap sinergi erat dengan Kemenpora dapat menjadi fondasi strategis untuk mencetak generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global," ujar Agustina dalam keterangan di Jakarta, pada Sabtu (7/11).
Agustina diamanahkan sebagai Ketua Umum Hikmahbudhi dalam pelantikan pengurus periode 2026-2028.
Momentum tersebut menjadi catatan sejarah bagi organisasi yang berdiri sejak 1971 itu, karena untuk pertama kalinya posisi ketua umum dipercayakan kepada seorang perempuan.
Dalam pidato perdananya, Agustina menyebut kepercayaan tersebut sebagai bukti bahwa Hikmahbudhi mengamalkan prinsip kesetaraan dalam kehidupan berorganisasi.
"Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan dedikasi," ujarnya.
Ia menilai perjuangan mewujudkan kesetaraan hak sejalan dengan nilai-nilai Buddhis yang mengakui bahwa setiap manusia memiliki potensi kebijaksanaan yang sama tanpa memandang gender.
Mengusung tema "Bersatu, Berjuang, Berdikari, Mengabdi untuk Negeri", Agustina menegaskan bahwa kepengurusan baru Hikmahbudhi tidak hanya akan berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga berkomitmen mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.




