NASA Perkenalkan X-70 Fractal, Pesawat Eksperimental yang Bisa Uji Manuver Canggih

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dunia penerbangan terus berkembang, bukan hanya melalui pesawat yang mampu terbang lebih cepat atau menjangkau wilayah lebih jauh, tetapi juga lewat teknologi yang memungkinkan pengendalian pesawat menjadi semakin canggih. 

Untuk menguji kemampuan tersebut, NASA memperkenalkan pesawat eksperimental terbarunya, X-70 Fractal. Pesawat eksperimental NASA ini dirancang sebagai laboratorium terbang untuk mengeksplorasi teknologi kontrol penerbangan, kemampuan manuver, serta berbagai inovasi yang dapat diuji langsung dalam kondisi penerbangan nyata.

Pengembangan pesawat eksperimental memiliki peran penting dalam riset kedirgantaraan. Sebelum sebuah teknologi diterapkan secara lebih luas, para peneliti perlu memahami bagaimana sistem bekerja ketika menghadapi kondisi operasional yang sesungguhnya. 

Pengujian di udara memungkinkan berbagai karakteristik penerbangan diamati, termasuk respons pesawat terhadap sistem kendali dan kemampuan melakukan manuver tertentu.

X-70 Fractal hadir dengan pendekatan tersebut. Pesawat berawak ini dibekali sistem kontrol penerbangan yang dapat dikonfigurasi ulang dengan cepat, serta kapasitas untuk membawa muatan eksperimental hingga 907 kilogram. 

Kemampuan itu membuka ruang bagi NASA untuk menguji beragam perangkat dan teknologi penerbangan dalam satu platform penelitian.

X-70 Fractal, Laboratorium Terbang untuk Menguji Teknologi Penerbangan

NASA memperkenalkan X-70 Fractal dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Kennedy Space Center, Florida. Informasi mengenai peluncuran pesawat tersebut dilaporkan oleh kantor berita Xinhua.

Berbeda dari pesawat yang dikembangkan terutama untuk mengangkut penumpang atau menjalankan misi operasional tertentu, X-70 dirancang untuk mendukung penelitian dan pengujian teknologi. Keberadaan platform berawak ini memungkinkan NASA mengeksplorasi kemampuan penerbangan melalui serangkaian uji coba langsung.

Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah teknologi kontrol penerbangan canggih yang dapat dikonfigurasi ulang secara cepat. Sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi peneliti untuk menguji berbagai pendekatan pengendalian pesawat dan mengamati responsnya selama penerbangan.

NASA menyebut kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengeksplorasi manuver pesawat dengan cara yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya dalam penerbangan berawak. Dengan demikian, pengujian tidak hanya berfokus pada kemampuan pesawat untuk terbang, tetapi juga pada bagaimana teknologi kendali dapat memengaruhi karakteristik dan respons penerbangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Picu Longsor di Jember, Jembatan Ambruk dan 3 Rumah Rusak
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Sebut Dua Kapal Tanker Terbakar Akibat Ranjau di Selat Hormuz, Klaim Cegat Drone MQ-1 Amerika Serikat
• 14 jam lalupantau.com
thumb
APP pamerkan inovasi hijau dalam ajang CIIE ke-9
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Ditpolairud gagalkan dugaan perdagangan 128 ekor satwa liar di Sorong
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Antisipasi Demonstrasi Baru, Prancis Siagakan 70.000 Personel Keamanan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.