Kemenekraf Dorong 12 Jenama Lokal Cirebon Tembus Pasar Global Lewat Program IDE.IND

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat pengembangan wirausahawan daerah melalui Program IDE.IND untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membangun kemitraan bisnis hingga tingkat global.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif daerah agar mampu berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari daerah melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, dan kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif menjadi faktor penting dalam menjadikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Kegiatan hari ini memberikan contoh yang baik, bagaimana kolaborasi itu terjadi. Selain pemerintah pusat dan daerah, kampus dan komunitas kreatif pun aktif bersinergi. Mari kita dorong karya kreativitas Kota Cirebon menjadi kekuatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kemenekraf Fasilitasi 12 Jenama Lokal dari Delapan Subsektor Ekonomi Kreatif

Melalui Program IDE.IND, Kemenekraf menyelenggarakan pameran atau showcase yang melibatkan sebanyak 12 jenama lokal dari delapan subsektor ekonomi kreatif di Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan inovasi produk, meningkatkan daya saing, serta memperluas jaringan bisnis dengan calon mitra usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Delapan subsektor yang terlibat meliputi gim, aplikasi, konten digital, teknologi baru, jasa teknologi informasi dan komunikasi, kuliner, fesyen, serta kriya.

Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup gim digital, permainan papan lokal, platform novel digital, simulator ekskavator, hingga perangkat lunak berbasis Software as a Service (SaaS).

Selain produk berbasis teknologi, pameran tersebut juga menghadirkan produk kuliner, batik, dan kerajinan logam yang menunjukkan keberagaman potensi ekonomi kreatif daerah.

Program IDE.IND mengusung semangat Local Hero to National, National Champion to Global sebagai upaya mendorong jenama lokal berkembang menjadi pelaku usaha dengan jangkauan pasar nasional hingga internasional.

Melalui kegiatan ini, Kemenekraf berupaya membuka peluang kolaborasi dan kemitraan bisnis agar produk kreatif daerah memiliki akses pasar yang semakin luas.

Mahasiswa UIN Cirebon Menangi Kompetisi Startup Lewat Inovasi Sabun Minyak Jelantah

Selain memfasilitasi pameran produk kreatif, Kemenekraf juga menyelenggarakan kompetisi ASTA One Minute Startup Challenge 2026 untuk mendorong kreativitas dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.

Kompetisi tersebut diikuti 10 tim mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Jelvora, jenama yang dikembangkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih posisi juara.

Jelvora menghadirkan inovasi berupa produk sabun berbahan dasar limbah minyak jelantah yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Produk sabun hasil pengembangan mahasiswa tersebut bahkan telah mulai dipasarkan melalui platform lokapasar dengan menggunakan nama Jelantara.

Ke depan, tim pengembang Jelvora berencana memperkuat identitas merek produknya sebelum melanjutkan proses pengurusan perlindungan kekayaan intelektual.

Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan bahan sisa untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki peluang pengembangan usaha.

Kampus Dorong Mahasiswa Berwirausaha Melalui Pendampingan dan Bantuan Modal

Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Wirausaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rita Kusuma Dewi, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi kewirausahaan tersebut.

Menurut Rita, kegiatan seperti ASTA One Minute Startup Challenge memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam membangun usaha.

"Program seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam memulai usaha, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas mereka dihargai dan memiliki wadah untuk berkembang. Mahasiswa sekarang membutuhkan pelatihan yang disertai praktik. Mereka perlu mendapatkan tantangan untuk menghasilkan sesuatu secara langsung," kata Rita.

Rita menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembinaan melalui pusat inkubator bisnis kampus telah memperoleh pendampingan kewirausahaan dan bantuan modal usaha selama dua tahun.

Program pendampingan tersebut bertujuan membantu mahasiswa memulai usaha sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan produk dan mengelola bisnis.

Ia berharap kompetisi pengembangan kewirausahaan dapat terus diselenggarakan setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa memiliki keberanian untuk membangun usaha dan menghasilkan inovasi kreatif.

Melalui Program IDE.IND, Kemenekraf menargetkan penguatan ekosistem kewirausahaan daerah melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan inovasi, dan perluasan jejaring bisnis.

Pemerintah juga berharap semakin banyak jenama lokal mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional hingga menjangkau pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Abaikan bendera kuning, Veda kena penalti enam posisi start
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kunjungan Wisman ke Sumut Terus Meningkat, Pemprov Siapkan 8 Event untuk Dongkrak Pariwisata
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Efek Sering Makan Buah Kaleng
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Putin Pastikan Rusia, AS, dan Ukraina Gelar Perundingan di Abu Dhabi pada 10 November 2026
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Sulit Bangun Shalat Subuh Meski Sudah Pasang Alarm? Ustaz Khalid Basalamah Bagikan Tipsnya
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.