Erdogan: Sistem keamanan internasional telah runtuh

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Jumat (6/11) menyatakan bahwa sistem keamanan internasional telah runtuh, dengan krisis yang sedang berlangsung di Jalur Gaza serta konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi contoh paling nyata dari kondisi tersebut.

"Kita sedang melalui masa yang menyakitkan, ketika persaingan untuk memperluas pengaruh semakin sengit, sementara nilai-nilai secara bertahap kehilangan pijakannya. Kita bersama-sama menghadapi krisis, dunia lama sedang sekarat, sementara dunia baru berjuang untuk dilahirkan," kata Erdogan dalam Forum TRT World di Istanbul.

Erdogan menambahkan bahwa sistem keamanan internasional yang dibentuk 81 tahun lalu "telah runtuh".

"Sistem tersebut telah menyatakan kegagalannya. Jutaan orang berjuang untuk bertahan hidup di tengah penderitaan akibat kelaparan dan kemiskinan. Ketika kekerasan dan ketidakadilan menjadi hal yang lumrah, semakin sedikit pihak yang mendukung perdamaian," kara Erdogan.

"Lihatlah Jalur Gaza. Saat ini, di Jalur Gaza yang telah menjadi puing-puing, masyarakat berusaha bertahan hidup di antara reruntuhan rumah mereka sendiri. Namun, akses terhadap bantuan kemanusiaan masih dibatasi," ujar presiden Turkiye tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Erdogan telah mendorong reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena menilai sistem keamanan internasional yang dibentuk setelah Perang Dunia II tidak lagi sesuai dengan realitas geopolitik saat ini.

Presiden Turkiye itu mengkritik hak veto yang dimiliki lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, hak tersebut menghalangi negara-negara lain untuk turut memengaruhi pengambilan keputusan di tingkat global.

Ankara mengusulkan penghapusan hak veto, penguatan kewenangan Majelis Umum PBB, serta penerapan sistem pemilihan negara-negara anggota Dewan Keamanan untuk masa jabatan tertentu..

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Erdogan minta anggota PBB desak Israel rekonstruksi Gaza

Baca juga: Erdogan serukan penghapusan hak veto Dewan Keamanan PBB


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shayne Pattynama Terpinggirkan di Persija, Mengapa Shin Tae-yong Tidak Memberi Kesempatan?
• 8 jam lalubola.com
thumb
Blok M Bersiap Berubah! Bakal Disulap Jadi Kawasan Perdagangan dan Ekonomi Kreatif Jakarta
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Kemajuan Motorsport Indonesia
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tiga Warga Karo Tewas Disambar Petir di Persawahan Martellu
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kebakaran Stasiun Gambir Padam dalam 18 Menit, KAI Daop 1 Minta Maaf dan Tegaskan Perjalanan Kereta Api Normal
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.