Tak Puas Kuasai Internet Satelit, Elon Musk Bangun Jaringan 5G Starlink

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, menggandeng Qualcomm Technologies untuk membangun jaringan seluler terestrial 5G Starlink Mobile di Amerika Serikat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi SpaceX memperluas bisnis konektivitas dan memperkuat persaingan dengan operator telekomunikasi konvensional.

Dalam kerja sama tersebut, SpaceX memilih platform Infrastruktur Seluler Qualcomm Dragonwing untuk mendukung pembangunan jaringan 5G terestrial nasional Starlink Mobile di Amerika Serikat.

Mengutip siaran pers Qualcomm pada Rabu (4/11/2026), jaringan tersebut akan memanfaatkan platform Qualcomm Dragonwing QRU100 dan QDU100, serta perangkat lunak Layer 1 kelas komersial.

Teknologi tersebut menggabungkan kemampuan radio dan baseband Massive MIMO berkapasitas tinggi dengan pemrosesan hemat daya. Kombinasi ini dirancang untuk mendukung pengoperasian stasiun pangkalan seluler dalam skala besar.

Starlink Mobile juga akan menggunakan unit radio Massive MIMO dengan konfigurasi 64 jalur transmisi dan 64 jalur penerimaan atau 64T64R.

Arsitektur tersebut memungkinkan peningkatan jangkauan jaringan, kapasitas layanan, serta efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Dengan demikian, jaringan diharapkan mampu menangani volume lalu lintas data yang lebih besar tanpa mengorbankan efisiensi operasional.

Senior Vice President Starlink, Michael Nicolls, mengatakan perusahaan tengah membangun jaringan satelit dan terestrial nasional yang terintegrasi untuk memperluas konektivitas pengguna.

Menurutnya, integrasi kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelanggan tetap terhubung di berbagai lokasi.

Sementara itu, EVP & GM Technology Planning, Edge Solutions, and Data Center Qualcomm Technologies, Durga Malladi, menyebut pembangunan jaringan berskala nasional membutuhkan kombinasi kinerja tinggi dan efisiensi konsumsi daya.

"Platform Infrastruktur Seluler Dragonwing menghadirkan teknologi Massive MIMO yang canggih, pemrosesan yang dirancang khusus, serta perangkat lunak Layer 1 kelas komersial untuk membantu Starlink menghadirkan jaringan nasional yang luar biasa," kata Malladi.

Mengutip GSM Arena, kemitraan ini menjadi bagian dari langkah Starlink untuk memperkuat posisinya di pasar telekomunikasi Amerika Serikat.

Kehadiran Starlink Mobile berpotensi menambah persaingan bagi operator seluler yang telah lebih dahulu beroperasi di negara tersebut, seperti AT&T, T-Mobile, dan Verizon.

Baca Juga: Starlink Jadi Sorotan di Perang Ukraina, Trump Klaim Akses Telah Dipulihkan

Baca Juga: Miris! 57 Juta Penduduk Indonesia Belum Tersentuh Internet

Berbeda dari layanan internet satelit Starlink yang selama ini dikenal melalui koneksi parabola, pengembangan jaringan terestrial 5G memungkinkan SpaceX masuk lebih jauh ke infrastruktur jaringan seluler konvensional.

Strategi tersebut juga memperlihatkan upaya SpaceX mengintegrasikan jaringan satelit dan infrastruktur seluler berbasis darat dalam satu ekosistem konektivitas.

Melalui dukungan teknologi Qualcomm, Starlink berupaya membangun jaringan dengan kapasitas dan efisiensi tinggi untuk memperluas jangkauan bisnisnya di industri telekomunikasi Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sari Roti (ROTI) Bakal Hapus 514 Juta Saham Treasuri, Ini Tujuannya
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Jajaran Saham Top Losers Sepekan, Ada TRUE dan CBRE
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
World Humanity Award untuk Surya Paloh
• 13 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ngeri! Pemuda di Makassar Tertancap Busur Panah di Mata Usai Pulang Kerja
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Ada Pergeseran Makna Pernikahan pada Kalangan Anak Muda Saat Ini, seperti Apa?
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.