Pantau - Borneo FC Samarinda gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah ditahan imbang PSM Makassar dengan skor 1-1 dalam pertandingan Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu sore.
Hasil tersebut menjadi sorotan karena PSM Makassar harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain setelah Mufli Hidayat dan Stefan Jevtoski menerima kartu merah pada babak kedua.
Borneo FC yang berjuluk Pesut Mahakam sempat unggul melalui gol spektakuler Juan Villa pada menit ke-43, sebelum Achmat Fahrul Aditia menyamakan kedudukan untuk Juku Eja pada menit ke-54.
Meski memiliki keunggulan jumlah pemain, Borneo FC tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Juan Villa Cetak Gol Spektakuler dari Jarak JauhPertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan kedua tim berusaha membangun serangan untuk menciptakan peluang mencetak gol.
PSM Makassar lebih dahulu memberikan tekanan melalui sisi kiri lapangan dengan mengandalkan pergerakan Rizky Eka Pratama dan Victor Luiz.
Kedua pemain tersebut beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya ke area pertahanan Borneo FC untuk membuka peluang bagi lini serang Juku Eja.
Tingginya intensitas pertandingan membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit ke-30 kepada bek Borneo FC, Iago Mendonça, setelah melakukan pelanggaran keras.
Borneo FC akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan pada menit ke-43 melalui gol spektakuler Juan Villa yang membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut tercipta melalui tendangan jarak sangat jauh dari area melewati garis tengah lapangan yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang PSM Makassar, Muhammad Ardiansyah.
Saat Juan Villa melepaskan tendangan, Ardiansyah berada terlalu jauh meninggalkan gawang sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk kembali menghalau bola.
Keunggulan 1-0 Borneo FC bertahan hingga turun minum meskipun PSM Makassar sebelumnya beberapa kali mencoba menekan pertahanan tuan rumah.
Achmat Fahrul Aditia Samakan Kedudukan untuk PSM MakassarMemasuki babak kedua, pelatih PSM Makassar melakukan pergantian penjaga gawang dengan menarik keluar Muhammad Ardiansyah dan memasukkan Hilman Syah.
Sementara itu, Borneo FC juga melakukan perubahan komposisi pemain dengan memasukkan penyerang Moussa Diarra untuk menambah kekuatan lini serang.
PSM Makassar langsung meningkatkan intensitas serangan pada awal babak kedua untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54 ketika Achmat Fahrul Aditia berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1.
Gol Achmat Fahrul Aditia tercipta setelah memanfaatkan umpan matang dari Rizky Eka Pratama yang berhasil membuka ruang di pertahanan Borneo FC.
Wasit sempat melakukan peninjauan melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Setelah kedudukan kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin keras karena kedua tim berusaha mencari gol tambahan untuk memastikan kemenangan.
Pada menit ke-59, gelandang bertahan PSM Makassar, Dusan Lagator, menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan cepat Borneo FC.
Mufli Hidayat dan Stefan Jevtoski Dikartu Merah, PSM Bermain dengan Sembilan PemainSituasi pertandingan berubah pada menit ke-63 ketika pemain PSM Makassar, Mufli Hidayat, mendapatkan kartu merah langsung dari wasit.
Keputusan tersebut diambil setelah peninjauan VAR mengonfirmasi tindakan tidak sportif berupa tandukan Mufli Hidayat terhadap pemain Borneo FC, Hugo Samir.
Akibat kartu merah tersebut, PSM Makassar harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, sedangkan Borneo FC memperoleh keuntungan jumlah pemain.
Pesut Mahakam kemudian meningkatkan tekanan untuk memanfaatkan keunggulan tersebut dan menciptakan peluang mencetak gol kemenangan.
Borneo FC juga memasukkan Ikhsan Zikrak dan Muhammad Redzuan untuk menambah variasi serangan terhadap pertahanan PSM Makassar.
Meski unggul jumlah pemain, Borneo FC masih kesulitan menembus pertahanan Juku Eja yang berusaha menjaga kedudukan tetap imbang.
Pertandingan terus berlangsung dengan intensitas tinggi dan sejumlah benturan antarpemain sehingga wasit kembali mengeluarkan beberapa kartu kuning kepada pemain Borneo FC.
Memasuki masa tambahan waktu babak kedua, PSM Makassar kembali menghadapi situasi sulit setelah Stefan Jevtoski melakukan pelanggaran berat.
Pada menit ke-90+8, Jevtoski menerima kartu merah setelah wasit melakukan peninjauan VAR terhadap pelanggaran tersebut.
Kartu merah itu menjadi yang kedua bagi PSM Makassar setelah sebelumnya Mufli Hidayat diusir pada menit ke-63.
Dengan dua pemain dikeluarkan dari lapangan, Juku Eja harus menyelesaikan pertandingan hanya dengan sembilan pemain menghadapi 11 pemain Borneo FC.
Namun, keunggulan dua pemain tersebut tetap tidak mampu dimanfaatkan tuan rumah untuk mencetak gol tambahan.
PSM Makassar akhirnya berhasil mempertahankan skor 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan sekaligus menggagalkan upaya Borneo FC meraih kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
PSM Makassar Tempati Peringkat Kesembilan Klasemen Super LeagueHasil imbang tersebut membuat PSM Makassar menempati peringkat kesembilan klasemen sementara Super League dengan koleksi 10 poin.
Sementara itu, Borneo FC Samarinda berada tepat di bawah PSM Makassar, yakni posisi ke-10, dengan jumlah poin yang sama sebanyak 10 poin.
Tambahan satu poin membuat kedua tim belum mampu memperbaiki posisi secara signifikan dalam persaingan klasemen sementara.
Bagi PSM Makassar, hasil tersebut menjadi keberhasilan mempertahankan satu poin dari pertandingan tandang meskipun harus kehilangan dua pemain akibat kartu merah.
Sebaliknya, Borneo FC gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri serta keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan tiga poin penuh.
Pertandingan ini diwarnai gol jarak jauh Juan Villa, gol penyama kedudukan Achmat Fahrul Aditia, sejumlah keputusan VAR, serta dua kartu merah yang membuat PSM Makassar harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain.




