jpnn.com - Pandangan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman terhadap Listyo Sigit Prabowo (LSP) berubah setelah mantan Kapolri itu melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dulu, Habiburokhman pernah bilang Listyo Sigit sebagai salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa.
BACA JUGA: Istana Bersih-Bersih Setelah Presiden Prabowo Disadap Jenderal Listyo
Kini dia menyatakan dugaan penyadapan oleh Listyo secara mutlak menghapus seluruh rekam jejak dan prestasi yang pernah diukir mantan Kapolri itu selama mengabdi di institusi Polri.
"Dalam dunia militer dan organisasi taktis ada doktrin 'perkalian nol' (zero multiplier), di mana loyalitas dan integritas adalah faktor pengalian mutlak. Secara matematis, berapa pun besarnya angka prestasi seseorang, jika dikalikan dengan nol maka hasilnya tetap nol," kata Habiburokhman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/11/20026).
BACA JUGA: 8 Polisi di Karawang Ditangkap Polda Jabar, Termasuk Kompol Awa
Menurutnya, tindakan penyadapan ilegal menerapkan "perkalian nol", di mana integritas dan loyalitas menjadi faktor pengali utama keberhasilan seorang pejabat publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman menanggapi unggahan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu di media sosial yang menyindir ucapan dalam rapat paripurna DPR RI pada 6 Juni 2026.
BACA JUGA: Mbak TS Dihabisi Teman Kencan yang Dikenal Lewat MiChat, Motifnya, Hmmm
Di dalam rapat tersebut, Habiburokhman sempat menyebut Listyo Sigit sebagai salah satu Kapolri terbaik sepanjang masa.
Habiburokhman mengaku tidak ambil pusing dengan pandangan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berpendapat dalam demokrasi.
Namun, legislator Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan konteks pernyataannya doktrin internal yang dianutnya.
"Saya perlu menyampaikan satu doktrin yang diajarkan senior saya di Gerindra yang disebut perkalian nol tadi," ucapnya.
Dia menjelaskan, pada rapat Paripurna DPR RI 6 Juni 2026, publik maupun anggota DPR belum mengetahui adanya dugaan skandal penyadapan ilegal tersebut. Tapi, situasi berubah total setelah kasus itu terungkap.
"Segala prestasi beliau sebelumnya, seberapa pun hebatnya, menjadi tidak bernilai sama sekali atau nol ketika terbukti melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan banyak pihak lain, termasuk saya sendiri," tuturnya.
Menyikapi perkembangan kasus tersebut, Habiburokhman mengatakan Komisi III DPR mendukung penuh jajaran Polri untuk mengusut tuntas skandal penyadapan ilegal tersebut secara transparan.
Dia meminta Kapolri bergerak cepat menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, serta membongkar latar belakang hingga motif dibalik aksi penyadapan tersebut.(Ant/JPNN)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




