JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad menilai kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi jadi upaya untuk mencari celah pergantian kepemimpinan nasional.
Gerindra memandang kasus dugaan penyadapan ilegal yang diduga dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cs itu merupakan tindakan insubordinasi dan membahayakan kepentingan, keamanan, serta keselamatan bangsa dan negara.
"Sementara ini, kami meyakini bahwa ini adalah tindakan yang sangat serius dan berpotensi untuk mencari celah supaya ada upaya pergantian kepemimpinan di nasional dengan cara mendapatkan informasi," ujar Kamrussamad dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (7/11/2026).
Pihaknya juga melihat kasus itu tidak terpisahkan dari rangkaian demonstrasi Indonesia gelap, kerusuhan, dan beberapa kejadian yang digerakkan melalui sarana digital pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bahlil Ngaku Ikut Disadap Jenderal Listyo Sigit Cs: Takut Juga, Kelakuan Siang & Malam Ketahuan
Menurutnya, berbagai rangkaian peristiwa sampai terbongkarnya kasus dugaan penyadapan oleh Listyo Sigit menunjukkan ada keseriusan untuk mengganggu stabilitas nasional.
Tidak hanya itu, Kamrussamad juga memandang adanya penetrasi ilegal terhadap informasi di dalam negeri.
Oleh karena itu, Gerindra mendorong Polri memeriksa relasi Listyo Sigit dalam kurun waktu lima sampai enam tahun ke belakang, saat yang bersangkutan menjabat Kapolri.
Relasi yang dimaksud itu bisa dari kalangan luar negeri atau asing, pengusaha, oligarki, atau oknum lingkaran kekuasaan di dalam maupun di luar pemerintahan.
Baca Juga: Bakom Soroti Dugaan Pengkhianatan Pejabat Negara dalam Kasus Penyadapan Presiden
Menurutnya, Listyo Sigit punya hubungan panjang dalam internal pemerintahan. Oleh karena itu, ada banyak orang yang sudah pernah berhubungan kerja maupun berhubungan secara khusus dengan mantan Kapolri itu.
"Apakah yang berkaitan dengan tupoksi sebagai kepala kepolisian saat itu ataupun yang berkaitan dengan kekuatan politik tertentu ataupun juga kekuatan ekonomi tertentu. Nah, ini semuanya harus dilakukan penyelidikan secara mendalam," katanya.
Kamrussamad menilai kasus dugaan penyadapan yang diduga dilakukan Listyo Sigit cs tersebut berpotensi terulang di kemudian hari jika tidak dituntaskan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gerindra
- penyadapan
- penyadapan presiden
- penyadapan prabowo
- kasus penyadapan
- listyo sigit





