Kasus Penyadapan Presiden, Gerindra: Berpotensi Cari Celah Pergantian Kepemimpinan Nasional

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cs. Bareskrim Polri mengumumkan penetapan tersangka Listyo Sigit cs pada 3 November 2026. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad menilai kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi jadi upaya untuk mencari celah pergantian kepemimpinan nasional. 

Gerindra memandang kasus dugaan penyadapan ilegal yang diduga dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cs itu merupakan tindakan insubordinasi dan membahayakan kepentingan, keamanan, serta keselamatan bangsa dan negara.

"Sementara ini, kami meyakini bahwa ini adalah tindakan yang sangat serius dan berpotensi untuk mencari celah supaya ada upaya pergantian kepemimpinan di nasional dengan cara mendapatkan informasi," ujar Kamrussamad dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (7/11/2026). 

Pihaknya juga melihat kasus itu tidak terpisahkan dari rangkaian demonstrasi Indonesia gelap, kerusuhan, dan beberapa kejadian yang digerakkan melalui sarana digital pada tahun-tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Bahlil Ngaku Ikut Disadap Jenderal Listyo Sigit Cs: Takut Juga, Kelakuan Siang & Malam Ketahuan

Menurutnya, berbagai rangkaian peristiwa sampai terbongkarnya kasus dugaan penyadapan oleh Listyo Sigit menunjukkan ada keseriusan untuk mengganggu stabilitas nasional. 

Tidak hanya itu, Kamrussamad juga memandang adanya penetrasi ilegal terhadap informasi di dalam negeri.

Oleh karena itu, Gerindra mendorong Polri memeriksa relasi Listyo Sigit dalam kurun waktu lima sampai enam tahun ke belakang, saat yang bersangkutan menjabat Kapolri. 

Relasi yang dimaksud itu bisa dari kalangan luar negeri atau asing, pengusaha, oligarki, atau oknum lingkaran kekuasaan di dalam maupun di luar pemerintahan.

Baca Juga: Bakom Soroti Dugaan Pengkhianatan Pejabat Negara dalam Kasus Penyadapan Presiden

Menurutnya, Listyo Sigit punya hubungan panjang dalam internal pemerintahan. Oleh karena itu, ada banyak orang yang sudah pernah berhubungan kerja maupun berhubungan secara khusus dengan mantan Kapolri itu. 

"Apakah yang berkaitan dengan tupoksi sebagai kepala kepolisian saat itu ataupun yang berkaitan dengan kekuatan politik tertentu ataupun juga kekuatan ekonomi tertentu. Nah, ini semuanya harus dilakukan penyelidikan secara mendalam," katanya. 

Kamrussamad menilai kasus dugaan penyadapan yang diduga dilakukan Listyo Sigit cs tersebut berpotensi terulang di kemudian hari jika tidak dituntaskan. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gerindra
  • penyadapan
  • penyadapan presiden
  • penyadapan prabowo
  • kasus penyadapan
  • listyo sigit
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Ciri Kepribadian Orang yang Lama Membalas Pesan Menurut Ilmu Psikologi
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Timnas Indonesia Batal Main di FMD November 2026, Ranking FIFA Skuad Garuda Turun?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Said Iqbal Dukung Polri Usut Kasus Penyadapan Prabowo: Jangan Sampai Terpecah
• 23 jam laludetik.com
thumb
KPU DKI Jakarta Apresiasi Akademi Partai Perindo, Edukasi Kader mengenai Verpol Pemilu 2029
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Belum Dibuka ke Publik, Empat Dugaan Motif Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Makin Liar Termasuk Soal Bisnis
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.