jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menggunakan istilah abuleke menyikapi tuduhan terhadap dirinya terlibat skandal penyadapan, yang melibatkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP).
Hal demikian dikatakan Bahlil dalam sambutannya di acara pelantikan DPD Golkar Maluku, Sabtu (7/11).
BACA JUGA: ARF Soroti Serangan terhadap Menko Bahlil, Singgung Kepentingan Pebisnis Negara Tetangga
Mulanya, Bahlil mendengar karangan bahwa para tersangka kasus penyadapan ilegal rapat di rumah menteri sebelum mereka ditangkap.
"Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan bahwa tiga jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka," ujar dia, Sabtu.
BACA JUGA: Ekonom Puji Strategi Bahlil Mengelola Cadangan Energi hingga B50
Bahlil mengatakan dirinya justru menjadi korban dari aksi penyadapan, sehingga tuduhan keterlibatan Menko Bidang Hilirisasi itu tidak masuk akal.
"Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," ujarnya.
BACA JUGA: Bahlil Larang Ekspor Gas Lewat Negara Transit, Sindir Singapura?
Bahlil sampai mengungkit istilah abuleke menyikapi tuduhan pihak lain yang mengaitkan eks Menteri Investasi itu terlibat skandal penyadapan.
"Abuleke (omong kosong, red) ini, asli abuleke, ini asli ilmu abuleke ini, kreatif dikit begitu, lo," kata dia.
Bahlil kemudian menanggapi tudingan miring yang dinilai berupaya merusak muruah partai dan stabilitas Golkar yang berada di tren positif.
Dia pun lantas mengeluarkan ultimatum kepada pihak-pihak penyebar isu untuk segera melakukan klarifikasi dalam kurun waktu 3 x 24 jam.
Bahlil memastikan tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum dan melayangkan somasi jika hal tersebut diabaikan.
"Saya kasih waktu, saya, kan, habis ini pula saya akan somasi orang-orang itu, saya akan kasih waktu ya, 3X24 jam, lah. Saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita kan negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum," kata Bahlil. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... IPO Nilai Bahlil Tunjukkan Nasionalisme di Tengah Ketegangan Gas dengan Singapura
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan




